Sebelumnya 5 Bintang, Kenapa Uji Tabrak Terbaru Fronx Cuma Dapat 1 Bintang?

Sebelumnya 5 Bintang, Kenapa Uji Tabrak Terbaru Fronx Cuma Dapat 1 Bintang?

Luthfi Anshori - detikOto
Rabu, 24 Des 2025 15:53 WIB
Sebelumnya 5 Bintang, Kenapa Uji Tabrak Terbaru Fronx Cuma Dapat 1 Bintang?
Tes tabrak Suzuki Fronx di Australia cuma dapat 1 bintang. Foto: Dok. ANCAP
Jakarta -

Uji tabrak Suzuki Fronx oleh Australasian New Car Assessment Program (ANCAP) hanya mendapatkan rating 1 bintang. Padahal dites tabrak Suzuki Fronx sebelumnya oleh ASEAN NCAP, mobil SUV kompak ini dapat rating tertinggi 5 bintang. Apa yang bikin hasilnya beda?

Asean NCAP Technical Commitee, Adrianto Sugiarto Wiyono, menjelaskan, perbedaan hasil pengujian Suzuki Fronx oleh ANCAP dan ASEAN NCAP terjadi karena perbedaan aspek pengetesan. Kata pria yang akrab disapa Rian itu, pada program tes tabrak ANCAP, pengujian dilakukan hingga ke penumpang belakang.

"Yang pertama beda standar penilaian, ANCAP menguji sampai penumpang belakang, ASEAN NCAP belum," kata Rian melalui pesan singkat kepada detikOto (24/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suzuki Fronx dites tabrak ASEAN NCAPSuzuki Fronx dites tabrak oleh ASEAN NCAP Foto: Dok. ASEAN NCAP

ADVERTISEMENT

Mengutip Rushlane, Suzuki Fronx mendapat skor skor keselamatan keseluruhan yang rendah dari ANCAP, sebagian besar penyebabnya karena kegagalan sabuk pengaman belakang saat uji tabrakan frontal.

Jadi saat pengujian tersebut, mekanisme penarik sabuk pengaman penumpang belakang gagal berfungsi mengakibatkan sabuk pengaman terlepas tanpa terkendali. Hal ini menyebabkan boneka uji tabrak di kursi belakang terlepas dan membentur kursi depan, sehingga berpotensi menimbulkan cedera dada dan kepala.

ANCAP menggambarkan kegagalan sabuk pengaman semacam itu sebagai hal yang jarang terjadi tetapi serius, dan telah secara resmi memberitahukan kepada regulator keselamatan kendaraan di Australia dan Selandia Baru. ANCAP menyarankan supaya penumpang dewasa dan anak-anak menghindari duduk di kursi belakang Suzuki Fronx sampai Suzuki menyelidiki masalah tersebut dan menerapkan langkah-langkah perbaikan.

"Padahal untuk ASEAN NCAP, kecepatan offset frontal crash test lebih tinggi (62 km/jam) daripada ANCAP (50 km/jam), tapi cedera pada dada lebih parah pada Fronx yang dites oleh ANCAP," bilang Rian.

Selain perbedaan dari aspek pengetesan, kata Rian, negara asal produksi juga memengaruhi. "Faktor kedua bisa jadi berbeda pabrikan, misalnya pabrikan India vs pabrikan Indonesia. Jadi, asal kendaraan (yang diuji tabrak) perlu dikonfirmasi," tukasnya.




(lua/dry)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads