Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force) menerjunkan pesawat tempur tercanggihnya, F-35A, dalam Latihan Bersama (Latma) Elang Ausindo 2023 di Manado, Sulawesi Utara. Seperti apa kecanggihan pesawat tempur generasi kelima ini?
Dikutip dari situs TNI (Tentara Nasional Indonesia), kedatangan pesawat ini merupakan bagian persiapan untuk latihan bersama yang rencananya diadakan dalam beberapa waktu ke depan. Selain F-35A, rombongan besar RAAF juga terdiri dari tiga pesawat F-15A, satu C-17, satu KC30, dan satu unit C-130J.
Menurut situs resmi RAAF, F-35A merupakan pesawat tempur multiperan generasi kelima garapan Lockheed Martin. Pesawat ini memiliki panjang 15,7 m, tinggi 4,4 m, dan rentang sayap 10,7 m. Pesawat ini memiliki bobot kosong 13.290 kg dan bobot maksimal 29.900 kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
F-35A ditenagai mesin Pratt & Whitney F135-PW-100 dengan 40.000 lb Maximum power (with afterburner) dan 25.000 lb Military Power (without afterburner). Pesawat ini mampu melaju dengan kecepatan hingga 1.960 km/jam (Mach 1.6).
Pesawat ini bisa mengangkut bahan bakar seberat 8.278 kg. Bahan bakar itu bisa membawa pesawat tempur ini bepergian dengan jarak maksimal 2.200 km atau 1.093 km ketika dalam mode kombatan alias perang. Pesawat ini mampu terbang dengan ketinggian mencapai 15.240 m.
Soal kemampuan, pesawat ini memiliki fitur siluman atau bisa menghilang dari radar pesawat musuh (Low Observation Stealth). Pesawat ini juga memiliki Advanced sensors, Networking and Data Fusion Capabilities, dan Helmet Mounted Sight.
Pesawat ini juga sanggup menggotong persenjataan dengan total berat 8.160 kg. Persenjataan yang bisa dibawa antara lain, rudal AIM-120 AMRAAM, AIM-9X "Sidewinder" Short Range Air-to-Air Missile, GBU-31 Joint Direct Attack Munitions (JDAM) Guided Bombs, Laser-Guided Bombs, serta Internal 25 mm GAU-22/A Cannon.
Sebagai informasi, Latma Elang Ausindo 2023 akan mencakup berbagai jenis latihan termasuk Dissimilar Basic Fighter Manuever, Dissimilar Air Combat Manuever, Offensive Counter Air, dan Defensive Counter Air.
Tujuan utama dari latihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan profesionalitas penerbang tempur dalam operasi bersama yang melibatkan Pesawat Tempur F-16 Fighting Falcon TNI AU dari Skadron Udara 3 dan Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi, serta Pesawat Tempur F-35A dari RAAF.
(lua/rgr)
Komentar Terbanyak
Begini Pengakuan Polisi Sopir Rantis yang Lindas Affan Kurniawan
Pajak Mobil Indonesia Dicap Paling Tinggi Sedunia
Bayangin Aja! Pajak Toyota Avanza Rp 150 Ribu, Nggak Ada Gesek 5 Tahun Sekali