ADVERTISEMENT

Harga BBM Naik, Pesan Tiket Bus di redBus Lebih Hemat?

Sponsored - detikOto
Selasa, 04 Okt 2022 10:05 WIB
Ilustrasi Bus
Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Pemerintah Indonesia telah meresmikan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Sabtu, 3 September 2022. Hal ini disebabkan oleh langkah pemerintah memotong subsidi pertalite, solar, dan pertamax nonsubsidi dengan mengalihkan subsidi tersebut untuk bantuan sosial.

Saat ini, harga pertalite sebesar Rp 10.000 per liter dari sebelumnya Rp 7.650 per liter, harga solar menjadi Rp 6.800 per liter dari Rp 5.150 per liter, dan harga pertamax setelah naik jadi Rp 14.500 per liter, kini per 1 Oktober 2022 lalu turun menjadi Rp 13.900. Dengan harga BBM ini diharapkan mampu menekan angka kemiskinan di Indonesia.

Tak hanya terjadi di Indonesia, pada kenyataannya memang harga minyak bumi di seluruh dunia juga mengalami kenaikan. Sejak 2 tahun terakhir harga minyak mentah secara signifikan naik sebesar 50%. Untuk harga minyak dunia saat ini adalah USD 100 per barel.

Melansir dari CNBC Indonesia, ada beberapa negara yang merupakan penghasil minyak bumi terbesar di dunia. Pertama, Amerika Serikat menjadi negara nomor 1 terbesar sebagai penghasil minyak bumi. Dengan memproduksi 16,58 juta barel per hari, Amerika mampu berkontribusi sebesar 18,5% minyak bumi untuk dunia.

Di urutan kedua adalah Arab Saudi dengan 10,95 juta barel produksi per hari. Kontribusi minyak bumi yang diberikan negara ini untuk dunia adalah sebesar 12,2%. Bagaimana dengan Indonesia? Ternyata, Indonesia menduduki peringkat 24 penghasil minyak bumi di dunia dan mampu memproduksi 692 ribu barel per hari. Kontribusi yang diberikan Indonesia untuk dunia sebesar 0,8%.

Dampak Kenaikan Harga BBM pada Moda Transportasi Umum

Kenaikan harga BBM berdampak pada berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Adanya efek domino pada kenaikan inflasi, harga sembako, hingga lonjakan harga transportasi umum, seperti taksi, angkutan darat, dan bus. Para penyedia layanan transportasi umum pun segera menyesuaikan tarif dengan harga BBM terbaru.

Dampak kenaikan harga BBM akan menyeret tarif angkutan umum antar kota antar provinsi (AKAP) sebesar 10%-25%. Namun, hingga saat ini rencana tersebut masih menunggu arahan dari pemerintah mengenai tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB).

Untuk harga tiket bus sendiri akan dinaikkan sebesar 25% hingga 35% yang disesuaikan dengan wilayah dan rute perjalanannya. Hal ini dikarenakan BBM merupakan komponen terbesar dalam biaya operasional bus.

Kenaikan Harga Tiket Bus

Mengingat bus merupakan moda transportasi umum paling populer di Indonesia, sehingga penting untuk mempersiapkan efek kenaikan dari harga BBM. Sejak tanggal 4 September 2022, beberapa perusahaan otobus (PO) telah menyesuaikan dan menaikkan harga tiket bus.

Yang pertama adalah PO Sahaalah dengan rute JABODETABEK menuju Semarang, Demak, Kudus, dan Jepara (PP) telah menaikkan harga tiket bus sebesar Rp 50.000. Kenaikan ini berlaku untuk semua rute perjalanan.

Kemudian disusul oleh PO Sinar Jaya yang juga menaikkan harga tiket bus sesuai dengan kelasnya masing-masing. Untuk kelas AC bisnis sebesar Rp 10.000, sementara untuk kelas Double Decker dan Suite Class sebesar Rp35.000.

Terakhir, harga tiket bus Murni Jaya pun menyesuaikan dengan kenaikan BBM. PO ini menaikkan tarifnya sekitar 10%. Menurut info terbaru, harga tiket bus dengan rute perjalanan melewati Tol Trans Jawa naik sebesar Rp20.000.

Pesan Tiket Bus Hanya di redBus!

Dengan adanya kenaikan harga BBM dan harga tiket bus, penumpang tetap bisa menghemat biaya perjalanan bus. Pesan tiket bus di redBus adalah pilihan paling tepat karena banyaknya promo dan diskon yang ditawarkan. Tersedia fitur-fitur untuk memilih PO dengan fasilitas terlengkap dan pilihan jadwal keberangkatan sesuai keinginan, serta harga tiket bus paling terjangkau.

(Content Promotion/redBus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT