ADVERTISEMENT

Harga Tiket Makin Mahal, Penumpang Bus AKAP Bisa Turun Sampai 10%

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 16 Sep 2022 07:44 WIB
Momen libur nataru kerap dimanfaatkan warga untuk pergi ke luar kota. Tak sedikit warga yang pilih menaiki bus double deck untuk perjalanan jarak jauh.
Penumpang bus AKAP diprediksi turun antara 5-10% imbas harga tiket yang semakin mahal. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) turut berdampak pada naiknya harga tiket di industri transportasi darat, seperti layanan bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi). Imbas harga tiket yang semakin mahal, penumpang bus AKAP diprediksi turun antara 5-10%.

Presiden Jokowi (Joko Widodo) telah mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi jenis Pertalite, yang naik dari Rp 7.650 per liter jadi Rp 10.000 per liter. Kemudian harga Solar subsidi naik dari Rp 5.150 per liter jadi Rp 6.800 per liter. BBM non subsidi Pertamax juga ikut naik dari Rp 12.500 per liter jadi Rp 14.500 per liter.

Kenaikan harga bensin dan solar ini mempertimbangkan naiknya harga minyak dunia, serta kenaikan subsidi energi yang terus meningkat. Kenaikan BBM tersebut berlaku sejak 3 September 2022 pukul 14.30 WIB.

Beberapa saat setelah kebijakan tersebut berlaku, beberapa Perusahaan Otobus yang memiliki trayek AKAP langsung menaikkan harga tiketnya. Tak hanya itu, Kementerian Perhubungan selaku regulator juga telah menetapkan kenaikan harga tiket sebesar 30% untuk bus AKAP kelas ekonomi.

Pemilik PO Sumber Alam, Anthony Steven Hambali, belum bisa menyimpulkan sejauh mana dampak kenaikan harga tiket bus terhadap konsumen. Namun sekadar memprediksi, ia memperkirakan ada penurunan jumlah penumpang hingga puluhan persen.

"Kalau saat ini, teman-teman kemarin sudah ketemuan, kita belum bisa bilang (pengaruhnya) karena belum ada satu bulan. Paling nggak kami harus lihat satu cycle, satu bulan," kata Anthony dihubungi detikOto, Selasa (13/9/2022).

"Tapi kita memperkirakan antara 5-10% penurunannya," sambung dia.

Anthony menjelaskan jika tarif bus Sumber Alam sudah mengalami kenaikan sekitar 15%. Tapi untuk konsumen yang sudah melakukan pemesanan tiket jauh-jauh hari sebelum kenaikan harga BBM diumumkan, tetap akan dikenakan tarif lama.

"Jadi untuk pelanggan yang sudah pesan tiket (bayar lunas sebelum kenaikan harga BBM) kita nggak menaikkan tarif," terang Anthony.



Simak Video "Instruksi Jokowi ke Pemda Hadapi Kenaikan Harga BBM "
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT