Shell Eco-Marathon Digelar di Mandalika, Kompetisi Mahasiswa Bikin Kendaraan Irit

ADVERTISEMENT

Shell Eco-Marathon Digelar di Mandalika, Kompetisi Mahasiswa Bikin Kendaraan Irit

Ridwan Arifin - detikOto
Selasa, 06 Sep 2022 16:44 WIB
Shell Eco-marathon
Shell Echo-Marathon akan digelar di Sirkuit Mandalika (Foto: Ridwan Arifin/detikOto)
Jakarta -

Kompetisi inovasi kendaraan hemat energi, Shell Eco-marathon, akan diselenggarakan untuk pertama kalinya di Indonesia. Peserta yang mengikuti ajang ini merupakan mahasiswa dari berbagai belahan dunia. Event internasional ini akan dihelat di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 11 - 15 Oktober 2022 mendatang.

Shell Eco-marathon merupakan kompetisi yang menantang pelajar dan mahasiswa perguruan tinggi di berbagai negara di dunia, untuk berinovasi merancang dan membangun kendaraan yang paling hemat energi untuk menjawab tantangan energi di masa depan guna mewujudkan mobilitas yang berkelanjutan.

"Shell Eco-marathon merupakan kompetisi global dalam menggali inovasi serta kreativitas dari generasi muda seluruh dunia, termasuk Indonesia untuk menciptakan kendaraan yang efisien dan tentunya ramah lingkungan. Jadi ini memang sejalan dengan strategi yang dinamakan dengam powering progress di mana Shell beraspirasi untuk menjadi perusahaan energi mencapai Net Zero Emmision di tahun 2050,' ujar Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia, Ingrid Siburian saat konferensi pers di Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2022).

Saat ini, sebanyak 78 tim mahasiswa yang berasal dari 13 negara di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Brunei Darussalam, Filipina, Korea Selatan, Arab Saudi, India, Pakistan, Kazakhstan, dan Nepal, telah terdaftar sebagai peserta untuk kompetisi Shell Eco-marathon Indonesia 2022.

Shell Eco-marathonShell Eco-marathon Foto: Ridwan Arifin/detikOto

"Dari Indonesia terdapat 20 universitas yang ikut, ada beberapa kami menyebutnya veteran jadi sudah ikut bertahun-tahun seperti UI, Binus, ITB, ITS dan lain-lain. Tapi ada juga beberapa universitas yang baru tampil seperti Universitas Muhammadiyah Pontianak. Kami sungguh bahagia karena dari tahun ke tahun jumlahnya bertambah," kata Deputy Country Chair & Vice President Corporate Relations Shell Indonesia, Susi Hutapea, dalam kesempatan yang sama.

Tim-tim mahasiswa peserta Shell Eco-marathon akan berkompetisi dalam dua kategori rancangan kendaraan yakni Urban Concept dan Prototype. Tim-tim mahasiswa akan menciptakan kendaraan khusus yang dapat menempuh jarak terjauh dengan konsumsi sumber energi yang paling sedikit. Adapun sumber energi atau bahan bakar untuk kendaraan yang digunakan juga bervariasi yakni baterai listrik, hydrogen fuel-cell, bensin, etanol dan atau diesel.

Kompetisi Shell Eco-marathon dimulai di Perancis pada tahun 1985 dan hadir di kawasan Asia untuk pertama kalinya pada tahun 2010. Sepanjang sejarah penyelenggaraan Shell Eco-marathon di Asia, tim Indonesia telah berhasil mencatatkan banyak pencapaian besar di ajang ini, salah satunya melalui tim Sapuangin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang dari tahun ke tahun secara konsisten meraih banyak penghargaan mengalahkan tim-tim pesaing lainnya dari berbagai negara di dunia.

Priandhi Satria, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) turut menyampaikan apresiasi atas pemilihan Mandalika sebagai tempat bagi kompetisi bergengsi seperti Shell Eco-Marathon.

Shell Eco-marathonShell Eco-marathon Foto: Ridwan Arifin/detikOto

"Saya berterimakasih dan bangga bahwa Sirkuit Mandalika ini jadi pilihan dari pihak Shell," kata Andhi.

"Kalau WSBK dan MotoGP ajang motorsport dari poin A ke point B dengan catatan waktu tercepat. Tapi ajanh Shell Eco Marathon ini mobilitas masa depan yang dilakukan di Indonesia adalah cikal bakal bagaimana kendaraan ini bisa hemat energi dan mempergunakan alternatif ini masa depan buat saya," sambung dia.

"Kenapa cocok? Kita punya panjang lintasan sekitar 4 kilometer sekian meter, kemudian kita sudah menerapkam standar FIM dan FIA. Kita punya pos Marshal pada titik tertentu, kita juga punya alat bantu recovery vehicle kalau ada kendaraan yang rusak. Paddock kita punya standar internasional. Fasilitas penunjang juga memadai mahasiswa," tandas dia.

Nanda Dwi Rendragraha, General Team Manager D'BASE Team dari BINUS University, BINUS ASO School of Engineering, yang akan berpartisipasi dalam ajang Shell Eco-marathon 2022 juga mengungkapkan antusiasmenya dengan penyelenggaraan kompetisi Shell Eco-marathon di Indonesia.

"Kami sangat bersemangat untuk kembali bertanding dalam kompetisi Shell Eco-marathon. Kami bangga ketika mengetahui Indonesia akan menjadi tuan rumah kompetisi ini dan tentu saja tim kami akan mempersiapkannya dengan baik. Kompetisi Shell Eco-marathon menuntut kami untuk berinovasi dan menembus batas-batas kreativitas untuk menciptakan kendaraan yang lebih efisien. Kami merasa antusias dan berharap rancangan mobil kami bisa menjadi referensi untuk konsep kendaraan di masa depan," ungkapnya.



Simak Video "MGPA Buka Suara Soal Rumor Mandalika Jadi Seri Pembuka MotoGP 2023"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT