ADVERTISEMENT

5 Pabrikan Mobil Jepang Kerjasama Kembangkan Kendaraan Listrik di Bali

M Luthfi Andika - detikOto
Rabu, 27 Jul 2022 09:37 WIB
Mobil listrik Toyota bZ4X.
Mobil listrik Toyota bZ4X (Foto: Global.Toyota)
Jakarta -

Di tengah gempuran pabrikan Korea Selatan dan China dalam industri kendaraan listrik, lima pabrikan asal Jepang menjalin kolaborasi mengembangkan infrastruktur mobil ramah lingkungan di Pulau Bali.

Lima Agen Pemegang Merek (APM) asal Jepang yang berpartisipasi dalam program bertajuk EV Smart Mobility - Joint Project tersebut adalah Mitsubishi Motors, Nissan, FUSO, Isuzu, dan Toyota. Kerjasama ini digagas untuk mengembangkan infrastruktur kendaraan elektrifikasi yang menyeluruh dan efektif, untuk mengakselerasi kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Head of Public Relation PT Toyota-Astra Motor, Dimas Aska, menjelaskan komitmen yang dibangun antara APM tidak lain untuk bisa melahirkan ekosistem kendaraan yang listrik yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Jadi pada dasarnya ini untuk membuat ekosistem kendaraan listrik yang bisa dirasakan masyarakat (mengendarai mobil listrik), tidak hanya mengenai mobilnya, tapi infrastruktur juga untuk itu kami kerjasama juga dengan PLN, jadi di sini lengkap," ujar Dimas.

"Tujuannya ini akan menjadi demonstrasi dan akan membuat orang biasa (belum memiliki mobil listrik) saat ke Bali bisa mencoba, merasakan kendaraan listrik. Tidak hanya mobil penumpang, tapi (kendaraan) komersial listrik juga ada di sini. Nanti yang mobil listrik komersial bisa kerjasama dengan perusahaan di Bali," Dimas menambahkan.

Dimas menjelaskan Komitmen 5 APM otomotif terhadap percepatan kendaraan ramah lingkungan juga sejalan dengan langkah strategis PT (Persero) PLN dalam upaya mengembangkan infrastruktur melalui pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) secara nasional. Hal ini akan semakin mempercepat memberikan gambaran besar ekosistem elektrifikasi kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Mengusung konsep Multi-Pathway, EV Smart Mobility - Joint Project menjadi salah langkah 5 APM otomotif untuk mengambil peran dalam berkontribusi menurunkan emisi karbon di Indonesia.

"Projek ini tidak hanya ada EV (kendaraan listrik) ada plug-in hybrid, nanti akan difokuskan pada Nusa Dua," ucap Dimas.

Selanjutnya, Dimas juga menjelaskan dalam rangka percontohan, 5 brand otomotif yang tergabung dalam EV Smart Mobility - Joint Project sepakat memilih Bali sebagai lokasi project pertama berdasarkan keinginan untuk berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan event international G-20.

Kegiatan ini akan menjadi peluang besar bagi Pemerintah Indonesia dan industri otomotif nasional untuk menunjukan komitmen dan keseriusannya dalam menerapkan kebijakan transisi energi hijau dan menyambut era mobilitas ramah lingkungan atau elektrifikasi kepada negara-negara yang tergabung dalam pertemuan G20.



Simak Video "Xpander Sudah Disegarkan, Livina Kapan?"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT