ADVERTISEMENT

Ini Teknologi yang Bisa Mencegah Rem Truk Blong

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 22 Jul 2022 08:30 WIB
Hino mendirikan fasilitas pelatihan sopir truk di Purwakarta, Jawa Barat. Fasilitas pelatihan ini memiliki materi pengujian yang lengkap dan terstandar lho.
Ini teknologi yang bisa mencegah truk mengalami rem blong. (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Truk mengalami rem blong masih sering terjadi di Indonesia. Adakah teknologi untuk mencegah truk mengalami rem blong?

Peristiwa truk mengalami rem blong sudah berulang kali terjadi di Indonesia. Beberapa kejadian seperti kecelakaan truk tronton di Balikpapan, Kalimantan Timur dan kecelakaan truk Pertamina di Cibubur, Bekasi, bahkan hingga menimbulkan puluhan korban jiwa meninggal. Seolah-olah ketika truk sudah mengalami rem blong, tidak akan bisa diselamatkan. Pertanyaannya, apakah ada teknologi yang bisa mencegah truk mengalami rem blong?

Dijelaskan Kepala Hino Total Support Customer Center (HTSCC) Epen Supendi, sebenarnya sudah ada teknologi yang bisa mencegah kejadian rem blong di truk. Beberapa teknologi yang dimaksud adalah indikator ketebalan kampas rem dan Auto Slack Adjuster.

"Untuk teknologi, di antaranya indikator ketebalan kampas rem, peringatan pada panel indikator, serta indikator tekanan angin, di mana buzzer akan bunyi jika tekanan angin di bawah standart. Pada dasarnya rem akan terkunci jika tekanan angin dalam tangki 0 kg/cm2," ungkap Epen kepada detikOto melalui pesan singkat, Kamis (21/7/2022).

"Kemudian ada Auto Slack Adjuster, yakni untuk meminimalisir kesalahan pada saat dilakukan penyetelan celah kampas rem (pada truk)," sambung Epen.

Meski teknologi-teknologi itu bisa membantu mencegah rem blong, para driver juga perlu mengetahui cara mengemudi truk yang benar, supaya tidak bikin sistem pengereman gagal menjalankan fungsinya.

Seperti pernah diungkapkan Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Achmad Wildan, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi potensi rem blong di jalanan menurun.

Menurut Wildan, hal pertama yang harus dilakukan adalah menggunakan gigi rendah untuk membantu kendaraan melaju perlahan dengan auxiliary brake (rem tambahan) berupa engine brake.

"Paling gak idealnya (sopir harus) pakai gigi 2, jangan sampai pakai gigi 3, karena itu bahaya," kata Wildan kepada wartawan di Purwakarta, Januari lalu.

Selain menggunakan gigi rendah, hal lain yang harus dilakukan sopir truk ketika melewati jalanan menurun adalah menggunakan exhaust brake atau rem angin.

"Exhaust brake harus diaktifkan (terus), jangan dimainkan. Biasanya exhaust brake itu dimainkan on-off, on-off, itu jangan. Nyalain aja terus, supaya bisa nahan (laju kendaraan). Jadi nanti yang menahan (laju) roda itu bukan rem, tetapi adalah mesin. Jadi akan pelan nanti dia, nggak perlu pakai rem (pedal)," sambung Wildan.



Simak Video "Bus Baru dari Hino Ini Bikin Kaki Sopir Anti Pegal!"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT