Limbah Plastik Bisa Diolah Jadi Aspal, Diklaim Lebih Kuat dan Hemat Energi

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Minggu, 29 Mei 2022 18:20 WIB
Uji coba penerapan penggunaan limbah plastik pada campuran aspal untuk perkerasan jalan dilakukan di Bekasi, Sabtu (16/9/2017). Jalan yang diujicoba aspal plastik sepanjang 3 km.
Ilustrasi aspal jalanan yang terbuat dari limbah plastik. Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta -

Sampah plastik biasanya akan didaur ulang menjadi barang yang dapat digunakan kembali. Namun saat ini, limbah plastik juga bisa diolah dan dijadikan bahan aspal yang diklaim lebih kuat dari aspal pada umumnya.

Pembuatan aspal menggunakan bahan sampah plastik itu sempat dilakukan oleh PT Dow Indonesia. Limbah plastik yang diolah tersebut kemudian diubah menjadi bahan plastik polymer, lalu dicampur ke dalam campuran pembuatan aspal jalan.

Aspal dari campuran limbah plastik ini diklaim lebih kuat dan tahan lama, salah satu keunggulannya adalah tidak mudah retak walau telah dilewati ribuan kendaraan. Selain itu, aspal dari sampah plastik ini diklaim mampu tahan dari cuaca ekstrem, misalnya terpapar sinar matahari yang terik lalu diguyur hujan deras sehingga temperaturnya cepat naik-turun.

"Penggunaan aspal plastik ini juga merupakan bagian dari sustainability (keberlanjutan) dalam pelestarian lingkungan, jadi itu merupakan hal yang penting juga sebab sejalan dengan strategi PT Dow," kata Riswan Sipayung, President Director PT Dow Indonesia dalam konferensi pers virtual (19/5/2022).

Selain itu, Dow juga memberikan komitmennya terhadap industri e-mobilitas dan transportasi melalui platform Mobility Science, di mana produk-produk canggih dan layanan ekstensif dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, termasuk poliolefin, poliuretan, akrilik, bahan kimia khusus dan silikon.

Untuk menghadirkan masa depan yang berkelanjutan bagi dunia dalam pengelolaan material science, Dow turut serta dalam mendukung perlindungan iklim serta pengelolaan sampah yang didaur ulang. Dow telah berkolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk mengembangkan infrastruktur dan berinvestasi dalam teknologi yang dapat meningkatkan proses daur ulang secara signifikan.

Dengan gagasan tersebut, Dow memiliki target untuk mengumpulkan, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sebanyak 1 juta MT sampah plastik melalui aksi langsung dan kemitraan pada tahun 2030. Selain itu, pada 2030 mendatang Dow menargetkan penurunan produksi emisi karbon sebesar 15% dibandingkan tahun 2020 yang sebesar 5 juta MT. Dow juga berkomitmen untuk menciptakan netral karbon pada tahun 2050 mendatang.

(lua/riar)