Bayar Tol Pakai Aplikasi HP, Baterai dan Kuota Jadi Boros Dong?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Minggu, 22 Mei 2022 12:18 WIB
Kendaraan mengantre di Gerbang Tol Kalihurip Utama (kalitama) arah Bandung, Karawang, Minggu (2/1/2022).
Foto: Bayar tol tanpa kartu pakai aplikasi HP mulai berlaku akhir tahun ini (Dian Firmansyah/detikcom)
Jakarta -

Transaksi tol ke depannya tidak akan menggunakan e-toll lagi. Bahkan, gerbang tol secara bertahap bakal dihilangkan. Sebagai penggantinya transaksi tol akan menggunakan aplikasi di HP.

Aplikasi tersebut bernama Cantas. Penggunanya bisa memilih metode pembayaran setelah melakukan registrasi. Sistem ini nantinya bisa terintegerasi dengan berbagai pembayaran. Setelah melakukan registrasi pengguna dapat langsung menggunakan aplikasi E-OBU hanya dengan menekan tombol mulai. E-OBU akan mengirim sinyal GPS ke MLFF (multi lane free flow) pusat. GPS akan mendeteksi lokasi kendaraan, serta memotong saldo secara otomatis.

Namun, ada kekhawatiran jika transaksi tol menggunakan aplikasi HP nantinya ponsel akan menyala terus selama mengakses jalan tol. Dikhawatirkan baterai HP dan kuota internet bisa tersedot terus. Jika perjalanan menggunakan jalan tol lebih dari satu jam, maka aplikasi tersebut akan menyala terus. Hal ini malah membuat penggunanya jadi tambah rugi.

Emil Iskandar, perwakilan dari PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) yang menggarap proyek MLFF di Indonesia mengatakan memang dengan menggunakan aplikasi ini jaringan internet menjadi perhatian juga. Dia berharap, ke depannya aplikasi tersebut tak perlu menyala setiap saat ketika penggunanya mengakses jalan tol.

"Mudah-mudahan nanti ke depannya kita pikirkan bagaimana caranya aplikasi ini nggak nyala terus. Tetapi saya bisa katakan aplikasi ini memang diperlukan untuk terus on. Tetapi sekarang sedang kita pikirkan, bagaimana aplikasi ini hanya dibutuhkan saat deteksi pada saat deklarasi terjadi, tapi dalam periode perjalanan, kalau bisa memang ada solusi lain yang meng-capture keberadaan kendaraan sehingga aplikasi tidak harus selalu menyala. Ini masih on progress kita coba kembangkan," jelas Emil dalam FGD INSTRAN dengan tema 'Penerapan Denda dalam Implementasi MLFF' yang digelar secara virtual, Jumat (20/5/2022).

Diwacanakan Bebas Kuota

Selain itu, Emil menyebut dampaknya juga pada pemakaian kuota internet. Ke depan wacananya penggunaan aplikasi ini akan dibebaskan dari kuota internet.

"Pemakaian data (kuota internet) itu sebenarnya juga kita dalam proses awal untuk melakukan kerja sama dengan operator telekomunikasi di Indonesia, karena nanti kita akan menjadikan aplikasi Cantas itu adalah aplikasi yang boleh dikatakan bebas kuota. Tapi nanti model bisnisnya seperti apa dengan operator kita sedang kita pikirkan," ucapnya.

"Kita mencoba dalam penerapan aplikasi dan solusi MLFF ini beban itu tidak sampai ke masyarakat dalam bentuk biaya. Biaya tambahan tidak ada di masyarakat," katanya.



Simak Video "Kepala BPJT: 2024 Tak Ada Lagi Gerbang Tol di Indonesia!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)