Adanya ETLE di Tol Bikin Angka Pelanggaran Berkurang? Ini Data Korlantas Polri

Muhammad Hafizh Gemilang - detikOto
Minggu, 08 Mei 2022 11:11 WIB
Kepadatan kendaraan di jalan Tol Jakarta-Cikampek membuat jalan layang MBZ ditutup sementara. Diketahui, penutupan jalan itu terjadi dari pukul 07.00 WIB pagi.
Pada 12 hari pertama, ETLE di tol berhasil menangkap 27 ribu lebih pelanggar yang overspeed dan 8 ribu pelanggar yang kelebihan muatan (Pradita Utama)
Jakarta -

Korlantas Polri sudah lama meluncurkan sistem tilang elektronik yang disebut dengan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Nasional Presisi. Sistem ini berhasil menangkap 19 juta pelanggar di jalan arteri. Namun, bagaimana dengan ETLE di jalan tol?

ETLE di jalan tol ini baru diterapkan sejak 1 April 2022. Menurut Kasubdit Penindakan dan Pelanggaran Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Pol I Made Agus Prasetya, ETLE di jalan tol ini sudah dipasang di beberapa titik dan mengejar dua pelanggaran yakni berkendara di atas kecepatan yang ditentukan dan over load over dimension (ODOL).

"Saat ini di tahap awal ini adalah model penegakan hukum yang kolaboratif, kita tergelar di Trans Sumatera itu di Lampung. Kemudian Trans Jawa itu dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah sampai Jawa Timur," kata I Made Agus dalam video yang ditayangkan ditayangkan YouTube NTMC Channel seperti dilihat detikcom pada Minggu (8/5/2022).

"Ini adalah prototipe penegakan hukum yang pertama dengan model kolaboratif sehingga kita harapkan kalau ini sukses kita harapkan di seluruh ruas jalan tol kemudian di arteri pun dipasang perangkat yang sama," lanjutnya.

Tentang keberhasilannya, I Made Agus menjelaskan bahwa dalam 12 hari pertama, ETLE di tol ini sudah berhasil menangkap 27 ribu lebih pelanggar yang overspeed. Sedangkan untuk pelanggar yang kelebihan muatan sekitar delapan ribu pelanggar.

"Data sampai dengan hari ke-12, ini ter-capture dari Tol Trans Sumatera-Tol Trans Jawa 27.791 capture pelanggaran overspeed. Jadi yang terbanyak itu ada di Trans Sumatera, sama di Jakarta, di Jawa Tengah, termasuk di Jawa Timur. Nah kemudian untuk yang over weight sampai saat ini 8.019 yang sudah ter-capture dan ini semua kita kirimkan surat konfirmasi," papar I Made Agus.

Menariknya, data yang muncul cenderung fluktuatif. Ada hari-hari di mana angka pelanggaran sangat tinggi, namun ada juga beberapa hari yang sangat rendah.

"Nah kemudian yang luar biasa adalah evaluasi kita ada suatu fluktuatif. Jadi hari pertama itu sampai sembilan ribu capture, batas kecepatannya, hari tanggal 1 April itu. Tapi setelah media mengglorifikasikan dan mensosialisasikan, itu terjadi suatu penurunan drastis itu. Dari sembilan ribu, sampai tiga ribu, dua ribu, seribu, bahkan sampai ratusan. Namun di hari ke enam naik lagi. Tapi tak mencapai 9 ribu, (hanya) 3 ribu," lanjutnya.

Saat ini Korlantas Polri tengah melakukan evaluasi secara berkala dan juga terus menggencarkan atau mensosialisasikan adanya ETLE di tol ini kepada masyarakat.

Sehingga ETLE ini diharapkan tak hanya menjadi alat penegakan hukum, melainkan alat yang dapat membantu pencegahan kecelakaan.

"Artinya sosialisasi sangat penting. Masyarakat kita ini perlu di edukasi, sehingga ETLE itu tidak hanya sebagai penegakan hukum berbasis elektronik, tapi juga ada prevensi (pencegahan)," papar I Made Agus.



Simak Video "Duh! Ada Saja Cara Pengendara Mengakali ETLE di Tol"
[Gambas:Video 20detik]
(mhg/rgr)