ADVERTISEMENT

Dalam Setahun Warga Jakarta Habiskan 5 Hari dan 3 Jam Terjebak Macet

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 10 Feb 2022 14:26 WIB
Pemerintah memastikan PPKM tetap diperpanjang di Indonesia. Ruas Tol Dalam Kota mengarah ke Cawang, Jakarta terpantau macet sore ini.
Macet Jakarta. Foto: A.Prasetia/detikcom
Jakarta -

Jakarta tak lagi menduduki 10 besar kota paling macet di dunia. Tahun 2021 lalu, Jakarta menempati urutan ke-46 kota termacet di dunia.

Hal itu berdasarkan TomTom Traffic Index 2021 yang menilai seberapa macet kota-kota besar di dunia.

TomTom menilai, pada 2021 Jakarta memiliki tingkat kemacetan 34%. Angka itu turun sedikit dari tahun sebelumnya yang tercatat 36%.

"Pada 2021, terjadi penurunan tingkat kemacetan di Jakarta. Data menunjukkan waktu perjalanan rata-rata berkurang 2 menit per hari," sebut TomTom dalam hasil TomTom Traffic Index 2021.

Maksud dari tingkat kemacetan 34% adalah bahwa rata-rata waktu perjalanan 34% lebih lama saat macet ketimbang kondisi normal saat lalu lintas lancar. Jadi, saat peralanan normal dari titik A ke titik B membutuhkan waktu 30 menit, dengan jarak yang sama waktu tempuhnya lebih lama 34% pada saat macet.

"Artinya, perjalanan 30 menit dalam kondisi jalanan lancar akan memakan waktu 10 menit lebih lama saat tingkat kemacetan 34%," jelas TomTom.

Meski secara peringkat turun, warga Jakarta masih harus menghadapi kemacetan terutama di jam-jam sibuk. Dari data TomTom Traffic Index, masyarakat Jakarta kehilangan 123 jam atau setara 5 hari 3 jam dalam setahun karena berkendara di jam sibuk.

Data itu turun dari tahun 2020 dan 2019. Pada 2020, TomTom Traffic Index mencatat masyarakat Jakarta membuang waktu 126 jam atau 5 hari 6 jam karena macet. Sebelumnya pada 2019, warga Jakarta yang berpergian di jam-jam sibuk membuang 174 jam di jalan, setara 7 hari 6 jam terbuang sia-sia di jalan raya.

Waktu paling macet lebih banyak terjadi pada sore hari. Tahun lalu, pada sore hari setiap jarak perjalanan 30 menit (saat normal), pengendara di Jakarta membutuhkan waktu tambahan 19 menit, sedangkan pada pagi hari butuh waktu tambahan 11 menit dengan jarak yang sama.

Jalanan Jakarta paling lancar terjadi pada pukul 12.00 malam sampai pukul 04.00 pagi. Sedangkan mulai pukul 06.00 pagi terutama di hari kerja, jalanan Jakarta mulai ramai.

Kepadatan lalu lintas tertinggi terjadi pada Senin dan Jumat sore pukul 17.00 sampai 18.00. Pada waktu tersebut, tingkat kemacetan di Jakarta mencapai 67%.

"Bepergian sebelum pukul17.00padahari Senin dapat menghemat hingga 4 jam per tahun (untuk setiap perjalanan 30 menit)," sebut TomTom.



Simak Video "Catat! Ini Jam-jam Paling Macet di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT