Ngeri Banget, Ini Kebiasaan Sopir Truk yang Bikin Rem Blong

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 21 Jan 2022 15:44 WIB
Rekaman CCTV detik-detik kecelakaan maut truk tronton tabrak sejumlah pengendara di Balikpapan, Kaltim. (dok. Istimewa)
Foto: Rekaman CCTV detik-detik kecelakaan maut truk tronton tabrak sejumlah pengendara di Balikpapan, Kaltim. (dok. Istimewa)
Jakarta -

Kecelakaan maut terjadi di Balikpapan, Kalimantan Timur. Sebuah truk menabrak beberapa kendaraan roda dua dan roda empat di wilayah Muara Rapak, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Insiden mengerikan ini menewaskan banyak korban.

Dilaporkan, truk tonton yang menabrak kendaraan di persimpangan jalan ini mengalami rem blong. Kecelakaan di Balikpapan ini bermula dari truk tronton yang mengalami rem blong. Lantaran tak bisa menahan laju kendaraan, truk tronton menabrak sejumlah pengendara, pagi hari waktu setempat (21/1).

"Iya tadi pagi (kejadiannya) jam 5 lebih," kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutejo saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (21/1/2022).

Rem blong sering kali menjadi penyebab kecelakaan kendaraan besar. Lebih miris lagi, ada kebiasaan pengemudi truk yang mengakibatkan rem blong.

Hal itu disampaikan pakar keselamatan berkendara yang juga founder dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu. Kebiasaan sopir truk yang bikin rem blong salah satunya adalah saat di jalanan menurun sopir truk tidak melakukan engine brake.

"Mereka sering free wheel, menetralkan persneling mereka untuk mendapatkan beban kerja mesin jadi rendah sehingga yang ada di kepala mereka adalah mendapatkan efisiensi konsumsi bahan bakar. Saya pernah melakukan penelitian hal itu. Pada saat itu, saya memperhatikan kok truk pada kencang-kencang semua di jalan turun (di jalan tol) dan setiap ngerem itu berasap. Bukan satu, rata-rata. Sampai kita berhenti di pom bensin, kita tanya mereka. Kenapa, katanya untuk menghemat bahan bakar," kata Jusri kepada detikcom belum lama ini.

Menurutnya, ketika sopir truk menetralkan transmisi apalagi di jalan menurun, maka beban pada sistem pengereman jadi lebih berat. Akibatnya, rem akan panas dan mengalami blong.

"Karena rem kendaraan hanya mengandalkan service brake (rem kaki) semata. Harusnya dapat menggunakan engine brake. Engine brake itu, ketika gigi masuk, itu ada perlambatan atau deselerasi mesin. Laju kendaraan atau laju momentum akan tereduksi oleh transmisi. Transmisi kan ada batasan maksimal, misalnya kita turunan masuk gigi 3, dia akan nahan di situ, nggak mau melaju seperti di gigi 5 atau di netral."

"Netral kan tanpa ada hambatan, truk itu akan melaju seperti anak panah karena tidak ada hambatan. Sehingga kemampuan rem walaupun diinjak pun nggak akan mampu. Rem akan panas, penyusutan kemampuan rem akan besar sekali ketika rem panas," jelas Jusri.

Rem yang panas membuat rem kendaraan blong. Karena panas, kemampuan rem akan mengalami penyusutan. Alhasil, jarak pengereman menjadi lebih panjang.

"Kalau ini berlebih-lebih terus, akhirnya selang-selang hidrolis (rem) akan pecah, itu akan blong," ucapnya.



Simak Video "Truk Maut Balikpapan, 'Tanggung Jawab' Keselamatan Bukan Hanya pada Sopir"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)