Awas Operasi Patuh Sampai 3 Oktober, Kena Tilang Dendanya Hingga Rp 3 Juta!

Tim detikcom - detikOto
Rabu, 22 Sep 2021 07:21 WIB
Jakarta -

Polda Metro Jaya menggelar Operasi Patuh Jaya 2021. Ada beberapa pelanggaran lalu lintas yang menjadi 'diincar' dalam Operasi Patuh Jaya 2021 ini. Apa saja?

Polda Metro Jaya membeberkan setidaknya ada tiga sasaran utama yang menjadi fokus dalam pelaksanaan Operasi Patuh Jaya. Kalau kena tilang, dendanya pun nggak main-main. Juga ada ancaman bui bagi pelanggar yang kena tilang dalam Operasi Patuh Jaya 2021 ini.

[Gambas:Instagram]




Pelanggaran yang menjadi sasaran dalam Operasi Patuh Jaya ini yang pertama adalah penggunaan knalpot bising. Penggunaan knalpot bising terjerat Pasal 285 ayat 1 Jo Pasal 106 ayat 3 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Berdasarkan peraturan itu, pengguna kendaraan dengan knalpot bising bisa dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Kedua adalah penggunaan rotator dan sirine yang tidak sesuai peruntukan, khususnya kendaraan pelat hitam. Polisi masih menemukan banyaknya kendaraan pribadi yang menggunakan rotator dan sirene untuk meminta prioritas di jalan.

Penggunaan rotator dan sirine telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Ada tiga kelompok yang menggunakan rotator yaitu rotator warna biru untuk Polri dan TNI, rotator merah untuk darurat pemadam kebakaran dan ambulans, serta rotator kuning untuk angkutan berat. Di luar itu dilarang menggunakan rotator.

Pengguna kendaraan yang dilengkapi dengan rotator tidak sesuai peruntukannya akan dijerat Pasal 287 ayat 4 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sanksinya berupa pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Terakhir yang menjadi sasaran Operasi Patuh Jaya 2021 adalah balap liar. Polisi bakal melaksanakan patroli ke titik-titik yang sering melakukan aksi balap liar.

Aksi balap liar ini akan dikenakan sanksi sesuai Pasal 297 Jo pasal 115 huruf b Undang-Undang No. 22 Tahun 2009. Pelaku balap liar terancam pidana kurungan paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 3 juta.

[Lanjut halaman berikutnya: Tidak Ada Razia di Jalanan]