Heboh Taksi Terbang di Jakarta, Ini Bedanya dengan Mobil Terbang

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Sabtu, 11 Sep 2021 20:06 WIB
Autonomous Aerial Vehicle (AAV) EHang 216.
Taksi terbang ehang yang tak lama lagi akan melayang di langit Indonesia (ehang.com)
Jakarta -

Taksi terbang yang tak lama lagi akan melayang di langit Indonesia jadi topik perbincangan menarik dalam beberapa waktu terakhir. Taksi terbang ternyata tak sama dengan mobil terbang. Apa bedanya?

Kemajuan teknologi saat ini membuat sejumlah perusahaan menghasilkan inovasi baru, seperti hadirnya mobil terbang dan taksi terbang. Namun, meski sama-sama bisa mengudara keduanya punya perbedaan.

Hadirnya mobil terbang ataupun taksi terbang bisa menjadi solusi bagi masyarakat di masa depan. Selain lebih cepat, adanya mobil terbang dan taksi terbang dapat menghindari kemacetan lalu lintas di jalan raya. Sejumlah perusahaan teknologi di dunia mulai merancang mobil terbang atau taksi terbang buatan sendiri. Tak sedikit juga yang didukung oleh pemerintah guna kemajuan transportasi massal di masa depan.

Walaupun sama-sama bisa mengudara, namun ada sejumlah perbedaan baik mobil terbang dan taksi terbang. Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini perbedaan antara keduanya.

Mobil terbang hadir dengan sayap yang bisa dibuka dan ditutup. Jika mobil ingin lepas landas, maka sayap akan terbuka lebar. Namun jika berkendara normal di jalan raya, sayap akan terlipat.

Namun untuk bisa mengudara, mobil terbang membutuhkan jalan yang cukup lebar dan panjang serta tidak ada hambatan. Karena jika terjebak macet, mobil terbang tidak bisa langsung mengudara layaknya sebuah taksi terbang.

Autonomous Aerial Vehicle (AAV) EHang 216.Autonomous Aerial Vehicle (AAV) EHang 216. Foto: ehang.com

Sampai saat ini, sejumlah perusahaan masih melakukan tahap uji coba dalam pengembangan mobil terbang. Salah satunya adalah mobil terbang bernama AirCar yang diproduksi oleh Klein Vision.

Bahkan, prototipe mobil terbang ini berhasil melakukan uji coba terbang perdana pada akhir Juni lalu. Mobil itu terbang selama 35 menit di udara dengan rute Bandara Internasional Nitra, menuju Bandara Bratislava, Slovakia.

Tidak hanya Klein Vision saja yang tengah menggarap mobil terbang, sejumlah produsen otomotif ternama juga mulai bersaing dalam melakukan penelitian dan pengembangan mobil terbang. Mulai dari Hyundai, Toyota, Daimler hingga Geely sudah menyatakan niatnya untuk berinvetasi di teknologi tersebut.

Membahas soal taksi terbang, kendaraan yang mirip dengan drone raksasa ini dapat menampung orang di dalamnya. Namun, kapasitas taksi terbang masih terbatas sampai saat ini yang mampu membawa satu atau dua penumpang saja.

Jika mobil terbang hadir dengan sayap layaknya pesawat terbang, taksi terbang mengusung baling-baling. Faktor ini juga yang menyebabkan taksi terbang lebih mirip dengan drone.

Mobil terbang Teraffugia Transition.Mobil terbang Teraffugia Transition. Foto: terrafugia.com

Selain itu, taksi terbang tidak dikendalikan oleh seorang pilot. Sama halnya dengan drone, terdapat operator yang akan menerbangkan taksi terbang dari satu titik ke titik lainnya dari daratan.

Taksi terbang juga dapat mengudara lebih mudah daripada mobil terbang. Jika mobil terbang membutuhkan jalan yang cukup luas dan panjang agar bisa lepas landas, taksi terbang bisa mengudara secara vertikal ke atas yang disebut VTOL.

Kehadiran taksi terbang kini semakin nyata, banyak perusahaan yang juga berlomba-lomba dalam membangun kendaraan tersebut. Salah satunya adalah EHang 216, taksi terbang yang bakal digunakan di Indonesia.

EHang 216 memiliki 16 baling-baling dan 8 lengan yang bisa dilipat, sehingga efektif dan menghemat area parkir karena hanya memakan lahan seluas 5 meter persegi.

Taksi terbang buatan China ini memiliki muatan maksimum 220 kg dengan kecepatan maksimum 130 km/jam. Kendaraan ini menggunakan daya listrik 100% untuk mengurangi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh emisi.

Menurut rencana Prestige Image Motorcars selaku importir taksi terbang ke Indonesia, EHang 216 bakal diuji coba bulan Oktober 2021 mendatang di Pulau Bali.

Tak hanya EHang, perusahaan SkyDrive juga tengah melakukan uji coba taksi terbang pertamanya yakni SD-03 SkyDrive. Perusahaan asal Jepang ini telah berhasil melakukan uji coba taksi terbang berawak di dalam ruangan pada tahun 2019 lalu.

Meski mobil terbang dan taksi terbang sangat menjanjikan, namun masih banyak hal yang harus diperhatikan. Prioritas utama adalah memastikan keselamatan kendaraan tersebut saat di udara, karena menjaga keseimbangan mobil terbang dan taksi terbang butuh teknologi serta kontrol yang baik.



Simak Video "Ini Wujud Taksi Terbang yang Sudah 'Mendarat' di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)