Jakarta Jadi Kota yang Bikin Stres Berkendara, Ini 4 Pemicunya

Tim detikcom - detikOto
Selasa, 07 Sep 2021 14:21 WIB
Sejumlah pengendara terjebak kemacetan di jalan KH Abdullah Syafei, Tebet, Jakarta, Kamis (25/3/2021). Meski DKI Jakarta memperpanjang penerapan PPKM namun kepadatan di ruas jalan masih terlihat.
Jakarta dinilai sebagai salah satu kota yang bikin stres untuk berkendara. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Jakarta dituding sebagai salah satu kota yang paling bikin stres saat berkendara. Berdasarkan studi yang dilakukan Hiyacar, Jakarta menduduki peringkat 3 dunia sebagai kota yang paling bikin stres untuk berkendara.

Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan bahkan memprediksi pasca-pandemi COVID-19 Jakarta bisa menempati posisi pertama yang membuat stres pengendara.

"Setidaknya ada ada beberapa poin yang memicu terjadinya kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas yang berpotensi memicu stres para pengendara atau pengguna jalan raya," kata Edison kepada detikcom, Selasa (7/9/2021).

Yang pertama, kata Edison, populasi kendaraan yang tidak terkontrol. Hal itu membuat ruas dan panjang jalan tidak mampu menampung sehingga menimbulkan kemacetan yang berujung memicu stres bagi pengendara.

"Kedua, kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat masih sangat rendah," sambungnya.

Ketiga, lanjut Edison, penegakan hukum masih lemah. Dan keempat, kebijakan tidak efektif bahkan cenderung memicu ketidakpastian.

"Lalu lintas adalah bentuk pertanggungjawaban pemerintah atas kepercayaan yang diberikan masyarakat untuk memungut pajak dan mengembalikannya dalam bentuk pembangunan sekaligus pelayanan," ucapnya.

"Kemudian memahami bahwa lalu lintas dan angkutan jalan merupakan satu kesatuan sistem yang terdiri dari lalu lintas, angkutan jalan, jaringan lalu lintas, prasarana, kendaraan, pengemudi, pengguna jalan serta pengelolanya. Serta memastikan bahwa lalu lintas dan transportasi angkutan umum itu adalah pelayanan publik bukan kegiatan yang berdasarkan profit. Semestinya, Pemerintah mengupayakan manajemen transportasi yang berdasarkan pelayanan, bukan dengan orientasi bisnis yang tentu berujung pada keuntungan atau profit," sebut Edison.

Edison menilai, pemerintah saat ini masih menganut paradigma Car Mobility dalam pengembangan manajemen transportasi. Dengan prinsip banyak membangun infrastruktur sarana dan prasarana jalan layang, tol, arteri. "Sehingga mendorong masyarakat menggunakan kendaraan pribadi. Akibatnya terjadinya kemacetan khususnya di sejumlah kota-kota besar," ujarnya.



Simak Video "Jakarta Jadi Kota yang Bikin Stres Berkendara, Ini 4 Pemicunya"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)