Scania Setop Produksi Truk Akibat Krisis Chip Semikonduktor

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Kamis, 02 Sep 2021 12:26 WIB
Truk Scania 660 S V8 6x4 Highline, general cargo transport
Scania sementara setop produksi truk di Eropa akibat kelangkaan chip (Scania/Dan Boman 2020)
Jakarta -

Scania akan menghentikan sementara waktu produksi truk mereka di Eropa mulai pekan ini. Hal tersebut diakibatkan kelangkaan pasokan chip semikonduktor yang belum kunjung usai.

Dikutip dari Reuters, penghentian sementara waktu produksi truk berimbas pada pabrik Scania di tiga negara yakni Belanda, Swedia, dan Prancis. Hal ini disampaikan langsung oleh juru bicara perusahaan, Karin Hallstan.

"Untuk sementara waktu kami akan memperlambat volume produksi," kata Karin Hallstan pada keterangan resmi dari Scania.

Karin juga menambahkan, krisis pasokan chip semikonduktor ini tidak hanya melanda sejumlah pabrik di Eropa. Namun pada pekan depan, Scania juga berencana akan menghentikan sementara waktu pabriknya di Amerika Selatan.

"Sekarang ini pabrik di Amerika Selatan bertahan selama beberapa hari ketika kami akan melakukan (penundaan produksi) di Eropa," ungkapnya.

Truk Scania 660 S V8 6x4 Highline, general cargo transportScania Setop Produksi Truk Akibat Krisis Chip Semikonduktor Foto: Scania/Dan Boman 2020

Menurut survei yang diterbitkan Silf/Swedbank, kelangkaan komponen chip semikonduktor juga mengganggu operasional sejumlah perusahaan di Swedia. Hasil survei menunjukan sebesar 16% perusahaan merevisi rencana total produksi untuk enam bulan mendatang karena sulitnya mendapat pasokan chip semikonduktor.

Terjadinya krisis chip semikonduktor tidak hanya menimpa produsen roda empat saja, namun juga berimbas pada pabrikan yang membuat kendaraan berat seperti bus dan truk, salah satunya dialami oleh Scania.

Produsen kendaraan asal Swedia lainnya, Volvo, juga mengumumkan bahwa perusahaan akan menghentikan produksi sementara waktu di pabrik Gothenburg selama sepekan. Hal ini akibat dari gangguan pengiriman chip semikonduktor ke pabrik karena pandemi COVID-19.

Kelangkaan chip semikonduktor ini sudah terjadi sejak awal 2020 lalu karena pandemi COVID-19. Hal ini menyebabkan berbagai sektor usaha merugi, termasuk industri otomotif. Diprediksi, kelangkaan komponen ini akan terus berlanjut sampai 2022 mendatang.



Simak Video "Hino, Scania, Mercy, Volvo: Mana Bus yang Paling Nyaman?"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)