Remaja Tewas karena Hadang Truk Demi Konten: Pahami Truk Tidak Bisa Berhenti Mendadak

Luthfi Anshori - detikOto
Kamis, 15 Jul 2021 18:39 WIB
Viral! Remaja Halangi Truk di Bantar Gebang, Satu OrangTerlindas
Ilustrasi sekelompok remaja yang hendak menghadang truk di jalan raya. Foto: 20detik
Jakarta -

Belakangan ini marak aksi sekelompok pemuda menyetop truk secara mendadak di jalan raya. Motif mereka bermacam-macam, ada yang memberhentikan truk dengan tujuan menumpang, ada pula yang melakukan aksi nekat itu demi tujuan membuat konten viral. Padahal menghadang truk di jalan raya merupakan suatu kegiatan yang sangat berbahaya, pasalnya truk tidak bisa berhenti secara mendadak.

Praktisi keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengatakan bahwa truk memerlukan titik pengereman yang jauh sebelum ia benar-benar berhenti. Jadi penghadangan truk merupakan aksi yang sangat berbahaya.

"Sopir truk itu tidak boleh menghentikan kendaraannya seketika. Truk itu butuh jarak untuk berhenti, karena kalau dia rem keras seketika akan berbahaya. Sebab muatan yang di belakang bisa terdorong dan kemudian menghantam kepala truk," kata Sony, kepada detikOto, Kamis (15/7/2021).

Menurut Sony, cara mengerem truk harus dilakukan secara smooth atau lembut. "Jadi misalnya pengemudi truk itu mau berhenti dalam jarak 100 meter di depan, maka dia sudah harus angkat (kaki dari pedal) gas itu di jarak 50 meternya. Karena rem truk ini (dengan muatan yang banyak) kan akan bekerja sangat berat juga, jadi jika direm secara keras dan mendadak bisa juga sepatu remnya copot," jelas Sony.

Diberitakan sebelumnya, sekelompok remaja melakukan aksi nekat, yakni menghadang truk yang tengah melaju kencang di jalan raya. Mirisnya, mereka melakukan aksi tersebut demi tujuan membuat konten viral di media sosial. Padahal hal itu sangat berbahaya dan bisa mengancam nyawa mereka.

Dikutip dari detikNews, kelompok remaja pelaku penghadangan truk tersebut dikenal sebagai kelompok 'Rojali' atau rombongan jemaah liar, berjumlah 6 orang. Rombongan ini berusia tanggung rata-rata 12-16 tahun.

Salah satu aksi mereka yang dilakukan pada Minggu (10/7) menghadirkan malapetaka, kawan mereka FA (13), tewas tertabrak truk di Bekasi. Ketika itu mereka sedang membuat konten video untuk TikTok, dengan tema 'challenge malaikat maut' atau menghadang truk yang melintas di jalan raya.

Menurut Kasat Lantas Bekasi Kompol Argo Wiyono, kelompok Rojali sudah membuat 8 video konten serupa di hari tewasnya FA pada Minggu (10/7). Polisi menemukan 7 video yang sudah di-upload ke media sosial.

"Jadi di 7 video yang kita dapatkan, jadi mereka itu lompat ke tengah, mobilnya kan ngerem mendadak tuh, habis itu mereka pergi kabur," ungkap Argo.

Anak-anak tersebut membuat konten yang menantang maut itu hanya karena ingin terkenal dan jadi pusat perhatian. "Kalau dari versi saksi temannya itu niatnya hanya ingin terkenal supaya viral, itu kan membahayakan," ucapnya.

(lua/din)