H-1 Larangan Mudik, 138.508 kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jabotabek

Tim detikcom - detikOto
Rabu, 05 Mei 2021 07:44 WIB
Sehari sebelum larangan mudik diberlakukan pada Rabu (5/5), 
kemacetan dan antrean panjang terjadi di pintu keluar gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama) 1, Karawang, Jawa Barat. Ini potretnya.
Sehari sebelum larangan mudik diberlakukan pada Rabu (5/5), kemacetan dan antrean panjang terjadi di pintu keluar gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama) 1, Karawang, Jawa Barat. Ini potretnya. Foto: Dian Firmansyah.
Jakarta -

Mulai besok, Kamis (6/5/2021), larangan mudik akan diberlakukan. Hari ini, Rabu (5/5/2021), masih dalam periode pengetatan mudik. Namun, diprediksi ratusan ribu kendaraan akan meninggalkan Jabotabek pada H-1 periode larangan mudik hari ini, Rabu (5/5/2021).

Hal itu dikatakan oleh Operation & Maintenance Management Group Head Jasa Marga Atika Dara Prahita. Menurut Atika, hari ini diprediksi akan ada lebih dari 130 ribu kendaraan yang meninggalkan Jaboetabek sebelum larangan mudik besok.

"Kami juga memprediksi adanya peningkatan volume lalin pada masa pengetatan mudik yang jatuh pada hari Rabu, 5 Mei 2021, dengan jumlah 138.508 kendaraan yang meninggalkan Jabotabek," kata Atika dalam keterangan tertulisnya.

Angka itu merupakan kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari beberapa Gerbang Tol (GT) Barrier/Utama, yaitu GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan), dan GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Timur).

Sementara itu, Atika mengatakan pihaknya memprediksi jumlah kendaraan keluar Jabotabek melalui gerbang tol utama pada periode 6-12 Mei 2021, atau H-7 s.d H-1 jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, sebesar 593.185 kendaraan yang melintasi GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan) dan GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Timur). Jumlah ini turun sekitar 35% dari lalu lintas normal.

"Untuk prediksi volume lalin meninggalkan Jabotabek tertinggi akan terjadi pada 11 Mei 2021 (H-2) sebesar 109.327 kendaraan," ujar Atika.

Menurutnya, Jasa Marga tetap siaga berupaya memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta selalu memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan pengguna jalan. Selain itu, Jasa Marga mendukung upaya Pemerintah dalam pencegahan penyebaran COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan di seluruh aktivitas pelayanan jalan tol, termasuk di rest area. Beberapa strategi pelayanan operasi Idul Fitri 1442 H dilakukan oleh Jasa Marga terdiri dari layanan lalu lintas, layanan transaksi, layanan konstruksi hingga layanan rest area.

"Kami juga menyediakan lokasi posko kesehatan dalam rangka pelaksanaan random check sampling rapid test antigen di rest area, berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 Daerah. Adapun lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut yang telah terkonfirmasi hingga saat ini berada di TIP (Tempat Istirahat dan Pelayanan/rest area) KM 519 B Jalan Tol Solo-Ngawi, TIP KM 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek, TIP KM 72A dan 88A Jalan Tol Cipularang," kata Direktur Pengelolaan Gedung dan Fasilitas PT Jasamarga Related Business Tita Paulina.



Simak Video "Dilema Korlantas soal Boleh atau Tidaknya Mudik Sebelum 6 Mei"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)