Mobil Myanmar: Setir Kanan, Jalan Pun Sebelah Kanan, Kok Bisa?

Tim detikcom - detikOto
Senin, 01 Feb 2021 16:27 WIB
Buddhist religious and military flags are waved by supporters including Buddhist monks onboard a vehicle Monday, Feb. 1, 2021, in Yangon, Myanmar. Myanmars military has announced it will hold a new election at the end of a one-year state of emergency it declared Monday when it seized control of the country and reportedly detained leader Aung San Suu Kyi.
Ilustrasi lalu lintas di Myanmar Foto: AP Photo
Jakarta -

Indonesia, Inggris, Jepang, Australia, dan Myanmar jadi contoh negara yang menggunakan setir kanan. Tapi khusus di Myanmar, orientasi jalan pun juga berada di sisi kanan jalan.

Di Indonesia penggunaan setir kanan, arah lalu lintas berorientasi ke sisi kiri jalan, sehingga menyalip pun disarankan dari sisi kanan --sesuai dengan posisi duduk sopir. Sebaliknya, seperti yang digunakan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa lain, negeri setir kiri dan berorientasi ke sisi kanan jalan.

Kecuali Myanmar, dikutip dari Global New Light Myanmar, Senin (1/2/2021) mayoritas mobil di Myanmar menggunakan setir kanan tetapi juga berorientasi ke lalu lintas sisi kanan jalan. Padahal dengan kondisi seperti ini, sang sopir jelas jadi tak bisa "mengintip" kendaraan lain yang datang dari arah berlawanan.

Sebagian besar mobil bekas yang berseliweran di Myanmar diimpor dari Jepang, yang juga dari sebelah kanan.

[Gambas:Youtube]



Usut punya usut, ini merupakan instruksi langsung dari Jenderal Ne Win, yang juga merupakan presiden ke-4 Myanmar. Pada tanggal 6 Desember 1970, ia memulai misi yang membuat semua pengendara bermotor di Myanmar berpindah dari jalur kiri ke jalur kanan untuk pertama kali dalam hidup mereka.

Tidak ada yang tahu pasti mengapa Jenderal Ne Win mengubah jalur dari kiri ke kanan. Muncul beragam teori yang berseliweran.

Salah satunya, ia mendapat saran dari astrolog bahwa negara itu akan lebih maju jika menggunakan orientasi lalu lintas sebelah kanan. Rumor pada saat itu berembus jika U Ne Win mengambil langkah atas nasihat seorang astrolog, untuk menghindari kesialan yang akan datang.

Teori lain disebutkan jika sang pemimpin sudah mengunjungi sejumlah negara asing, jenderal tersebut mengamati bahwa sebagian besar negara mengemudi di sebelah kanan dan mengusulkan agar Myanmar mengikuti karena negara tersebut harus terhubung ke jaringan jalan internasional di masa depan.

Namun perlahan Myanmar mulai meninggalkan setir kanan, dan sejak 2019 hanya setir kiri yang bisa diimpor ke Myanmar.

"Meskipun negara kami beralih ke mengemudi di sisi kanan pada tahun 1970, Myanmar tidak mengimpor kendaraan di sisi kiri, yang sesuai untuk sistem tersebut," kata Director of the Road Transport Administration Department (RTAD), U Lian Cin Mang.

Menurut RTAD terdapat lebih dari 1 juta kendaraan bermotor di seluruh Myanmar, dan baru sekitar 200.000 di antaranya adalah setir kiri, yang sesuai untuk sistem jalan raya di Myanmar.

"Dewan Keamanan Jalan Nasional telah merumuskan Rencana Aksi Keselamatan Jalan Nasional 2014-2020. Pada 2013, lebih dari 4.000 orang tewas dalam kecelakaan di jalan raya. Kami mengambil langkah-langkah ini untuk mengurangi kematian hingga setengahnya pada tahun 2020. Jadi, kami perlu secara bertahap mengurangi jumlah kendaraan setir kanan, yang tidak sesuai dengan sistem jalan," kata U Lian Cin Mang.



Simak Video "Militer Myanmar Bebaskan Ribuan Tahanan Anti Kudeta"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)