Anies Sebut Jam 2 Pagi Jalanan Sepi, Ini Datanya

Tim detikcom - detikOto
Minggu, 31 Jan 2021 07:38 WIB
Pengendara melintas di Ruas jalan Jakarta, Rabu (20/1/2021). DKI Jakarta keluar dari daftar 10 kota termacet dunia.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pukul 02.00 dini hari jalanan Jakarta lancar. Ini data dari TomTom Traffic Index. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

DKI Jakarta sering dianggap sebagai kota dengan tingkat kemacetan tinggi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkilah bahwa Jakarta tidak macet di jam-jam tertentu.

Dalam acara 'Launching Buku Potret Jakarta 2020: Kolaborasi Melawan Pandemi' yang disiarkan secara virtual, Sabtu (30/1/2021) kemarin, Anies bilang jalanan Jakarta sepi pada dini hari.

"Lalu tentu Jakarta adalah kota yang diasosiasikan dengan kemacetan. Jalan-jalan di Jakarta diasosiasikan dengan kemacetan. Padahal sebetulnya kalau Jakarta kemacetan itu nggak betul juga sih. Tergantung jamnya," kata Anies.

"Jam 2 pagi Jakarta itu sepi. Jadi, kalau bebas macet, jalanlah jam 2 pagi. Nggak ada kendaraan di situ," guraunya.

Melihat data TomTom Traffic Index tahun 2020, Jakarta memang tak lagi masuk 10 kota termacet di dunia. Tahun lalu, dibarengi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Jakarta berada di posisi ke-31 kota termacet dari total 416 kota di dunia. Jakarta memiliki days with low traffic (hari dengan lalu lintas lancar) selama 141 hari, dengan congestion level (tingkat kemacetan) sekitar 36%.

Soal jam dengan jalanan paling lancar di Jakarta, tak ada salahnya pernyataan Anies. Dari data TomTom Traffic Index, lalu lintas Jakarta paling lancar mulai pukul 12.00 malam setiap harinya. Kelancaran lalu lintas itu terjadi setidaknya sampai pukul 05.00 pagi. Sedangkan mulai pukul 06.00 pagi terutama di hari kerja, jalanan Jakarta mulai padat.

Pada pukul 12.00 malam di hari kerja (Senin-Jumat) tingkat kemacetan di Jakarta tercatat 0%. Artinya, jalanan Jakarta sangat lancar di jam tersebut tanpa ada kemacetan. Tingkat kemacetan Jakarta 0% itu terjadi sejak pukul 12.00 malam sampai 04.00 pagi di hari kerja. Sementara pada pukul 12.00 malam hari Sabtu dan Minggu, tingkat kemacetan tercatat hanya 1%.

Sedangkan di hari kerja, kepadatan di Jakarta mulai ada sejak pukul 06.00 pagi dengan tingkat kemacetan 21-29%. Kepadatan di hari kerja terus bergulir sampai malam hari dengan tingkat kemacetan berkisar antara 21% sampai 68%. Data TomTom Traffic Index mencatat, pada tahun 2020 jalanan Jakarta paling padat terjadi pada hari Jumat pukul 16.00 sampai 17.00 dengan tingkat kemacetan 68%.

Data Kemacetan di Jakarta Berdasarkan JamData Kemacetan di Jakarta Berdasarkan Jam Foto: Screenshot TomTom Traffic Index

Angka tingkat kemacetan lalu lintas itu merupakan hasil survei TomTom, perusahaan spesialis teknologi lokasi. Data Indeks Lalu Lintas tersebut berasal dari komunitas TomTom yang berkembang dengan lebih dari 600 juta pengemudi yang menggunakan teknologi TomTom di perangkat navigasi, sistem di dalam mobil dan smartphone di seluruh dunia.

Disebutkan, persentase tingkat kemacetan lalu lintas mewakili jumlah waktu perjalanan tambahan yang diukur oleh pengemudi sepanjang tahun. TomTom memulai perhitungan dari waktu perjalanan dalam kondisi normal tanpa kemacetan di setiap segmen jalan di setiap kota.

Mereka kemudian menganalisis waktu perjalanan sepanjang tahun selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu untuk setiap kota dan membandingkan informasi tersebut dengan lalu lintas normal tanpa kemacetan yang sudah dihitung sebelumnya. Dari situ, tercetuslah selisih waktu perjalanan tambahan di jam-jam tertentu.

Misalnya DKI Jakarta, pada tahun 2020 tingkat kemacetan lalu lintasnya mencapai 36%. Itu artinya waktu perjalanan tambahan adalah 36 persen lebih lama dari perjalanan rata-rata dalam kondisi normal tanpa kemacetan. Waktu rata-rata itu diambil dari setiap kendaraan di seluruh jaringan sepanjang hari.



Simak Video "Kelakar Anies Bantah Jakarta Macet: Jam 2 Pagi Sepi"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lua)