Pilot-Pilot AS Saksinya, Mungkinkah Manusia Terbang Pakai Jetpack Seperti Iron Man?

Doni Wahyudi - detikOto
Kamis, 03 Sep 2020 17:18 WIB
CANNES, FRANCE - MAY 15: (EDITORS NOTE: Image has been digitally retouched) A jetpack flies over the screening of Solo: A Star Wars Story during the 71st annual Cannes Film Festival at Palais des Festivals on May 15, 2018 in Cannes, France. (Photo by Vittorio Zunino Celotto/Getty Images for Kering)
Akankah jetpack bisa jadi kendaraan konvensional di masa depan (Getty Images for Kering/Vittorio Zunino Celotto)
Jakarta -

Beberapa pilot Amerika Serikat mengaku melihat manusia terbang menggunakan jetpack pada ketinggian 1.000 kaki. Terbang sudah lama jadi impian manusia, tapi apa mungkin bisa seperti Iron Man?

Peristiwanya terjadi di awal pekan ini di langit Kota Los Angeles. Beberapa pilot yang akan mendarat di Bandar Udara Los Angeles melaporkan melihat pria terbang menggunakan jetpack tak jauh dari pesawat yang mereka kendarai.

Ini lantas bikin heboh, karena saat itu pesawat tengah terbang di ketinggian 1.000 kaki atau sekitar 314 meter di atas permukaan tanah. Federasi Penerbangan Amerika Serikat, Kepolisian Los Angeles sampai FBI kabarnya langsung turun tangan.

Tapi, apa mungkin manusia terbang sampai setinggi itu menggunakan mesin terbang tunggal?

Alih-alih memakai mobil, motor atau komuter, mungkinkah manusia di masa depan nanti pergi ke kantor pakai jetpack?

Jetpack jelas bukan sebatas cerita fiksi semata. Sudah ada banyak prototype mesin terbang tunggal diuji dan dianggap berhasil. Meski sejauh ini jarak terbangnya hanya dalam hitungan belasan sampai puluhan meter.

Proyek pertama pengerjaan jetpack yang tercatat sejarah dilakukan seorang pilot Rusia bernama Aleksandr Andreyev pada tahun 1919. Sementara pada periode Perang Dunia II, ahli roket Jerman bernama Wernher Von Braun juga melakukan penelitian membuat kendaraan terbang solo yang dikenal sebaga 'Jet Vest'.

SPIELBERG, AUSTRIA - JULY 01:  An entertainer with a jetpack performs before the Formula One Grand Prix of Austria at Red Bull Ring on July 1, 2018 in Spielberg, Austria.  (Photo by Mark Thompson/Getty Images)Jetpack sudah mulai dikembangkan sejak 100 tahun lalu Foto: Getty Images/Mark Thompson

Amerika Serikat kemudian tak mau ketinggalan mencoba mengembangkannya, lewat sebuah program yang disebut Project Grasshopper. Namun semua ujicoba itu tak ada yang bisa melangkah jauh karena keterbatasan dana.

Sampai akhirnya pada tahun 1960 Wendell Moore menciptakan Bell Rocket Belt. Percobaan yang dia lakukan dianggap berhasil. Rahasianya, dia tidak menggunakan bahan bakar roket melainkan memakai mesin jet turbo. Saat itu Moore bersama rekannya yang bernama John K Hulbert (seorang spesialis gas turbin) menggunakan hidrogen peroksida sebagai bahan bakar.

Tapi proyek yang mereka garap bukannya tanpa masalah. Mereka sangat kesulitan mengendalikan jetpack itu, yang seluruhnya kemudinya berada di tangan.

Setelah menjalani banyak tes, jetpack itu pada akhirnya benar-benar berhasil diterbangkan. Harold 'Hal' Graham, salah satu teknisi proyek tersebut,, berhasil menguji coba di luar ruangan. Jetpack hasil buatan mereka melayang selama 13 detik sejauh 34 meter di atas ketinggian 18 inch (hampir setengah meter). Ketika dipertontonkan pada umum untuk kali pertama, jetpack itu berhasil melayang setinggi 4,5 meter selama 15 detik dan berhasil mendarat dengan mulus.

Sampai puluhan tahun kemudian, banyak insinyur dan peneliti di dunia mencoba membuat jetpack versinya sendiri-sendiri. Kabarnya Google juga pernah mencoba mengembangkan alat transportasi yang bakal sangat fenomenal ini. Namun karena dirasa boros bahan bakar dan menghasilkan suara sangat bising, proyek tersebut tak dilanjutkan.

Dikutip dari Guardian, perkembangan Jetpack paling menjanjikan adalah yang dilakukan Tecnologia Aeroespacial Mexicana. Bukan cuma memproduksi, tapi mereka malah sudah menjual produknya ke pasar. Sampai tahun 2018, sudah ada empat unit Tecaeromex Rocket Belts bisa dijual.

Tapi jetpack ini bukannya tanpa kontroversi. Keamanan dan keselamatan menjadi masalah besar karena risiko yang dipunya kendaraan ini sangat besar.

CANNES, FRANCE - MAY 15:  A man jetpacks over the screening of Namun jetpack dianggap sangat tidak aman untuk digunakan untuk keperluan sehari-hari Foto: Getty Images/Getty Images

"Saya harap itu (jetpack) tidak akan pernah benar-benar populer. Tidak akan ada pengendaranya yang aman," kata William Suitor, orang yang pertama dianggap berhasil menerbangkan jetpack.

"Anda akan melihat orang-orang berjatuhan dari udara seperti Sinterklas. Saya sendiri hampir beberapa kali dapat maut, saya nyaris terpotong selayaknya keju lunak. Bisakah Anda bayangkan orang-orang idiot yang bisa membeli alat terbang itu?" lanjut Suitor.



Simak Video "Penampakan Sepeda Motor Terbang Masa Depan, Seperti Apa?"
[Gambas:Video 20detik]
(din/riar)