Kamis, 09 Jul 2020 17:58 WIB

Honda Tunda Peluncuran Model Baru karena Kondisi Pasar Masih Loyo

Rizki Pratama - detikOto
PT Honda Prospect Motor (HPM) meluncurkan tiga model terbaru dalam IIMS 2016. Ketiga model tersebut yakni All New Honda Civic, New Honda Accord, New Honda Brio (Satya dan RS). Honda tahan peluncuran mobil baru sampai pasar stabil. (Rengga Sancaya/detikOto)
Jakarta -

Bukan rahasia lagi penjualan mobil baru di Indonesia babak belur di balik pandemi virus Corona yang menyelimuti. Di era transisi PSBB memang sejumlah merek dapat bernafas kembali, namun masih tak sebaik saat sebelum virus Corona menyerang.

Saat ini kondisi ekonomi yang merosot membuat pasar lebih hati-hati dalam mengkonsumsi produk otomotif. Atas alasan tersebut Honda menilai menghadirkan produk baru pada situasi ini bukan langkah yang tepat.

"Kita lihat nanti itu tergantung kondisi pasar, sekarang belum stabil jika dibanding tahun lalu," kata Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy melalui konferensi pers virtual, Kamis (10/7/2020).

Selain itu tatanan hidup baru juga mengubah kebutuhan konsumen. Bisa jadi model baru yang akan diperkenalkan Honda di Indonesia tak cocok dengan kebutuhan pasar saat ini.

"Jadi kita lihat nanti, jika memang pasar memungkinkan tidak ada salahnya kita berikan. Semua tergantung pasar dan kebutuhan konsumen," timpalnya.

Tadinya Honda berencana mengaspalkan model terbarunya di pameran otomotif GIIAS 2020. Akan tetapi pameran itu ditunda dan saat ini masalah pandemi virus Corona belum sepenuhnya dituntaskan dari muka bumi.

Honda pada bulan Juni lalu berhasil bangkit dari merosot penjualan ritel. Dalam rangkumannya, Honda berhasil meningkatkan penjualan ritel dari bulan Mei ke Juni sebesar 93 persen.

Menariknya lagi pada masa transisi PSBB ini penjualan mobil secara online menjadi semakin tinggi. Honda mengatakan bahwa setengah penjualannya di bulan Juni berasal dari aktivitas penjualan di dunia maya.

"Bulan Juni penjualan ritel 2488 unit. Naik 93 persen dari bulan Mei. 50 persen online," tutur Billy.

Walaupun ada pertumbuhan positif yang mengindikasikan kebangkitan, Billy belum dapat memastikan bahwa situasi ini akan bertahan dan meningkat terus hingga akhir tahun 2020. "Sekarang kami sangat sulit untuk prediksi ke depan. Dari Gaikindo sudah berikan prediksi 600 ribu market itu, sekarang fokus kami adalah menyediakan pelayanan untuk konsumen. Jadi untuk ke depan masih sangat sulit diprediksi," tukasnya.



Simak Video "Tampang dan Fitur Baru di Honda CBR250RR"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com