Selasa, 07 Jul 2020 14:20 WIB

Buat Info Aja, Cuma Ada Dua Teknik Dasar Tambal Ban

Rizki Pratama - detikOto
viral tambal ban 600 ribu Tambal ban mobil. Foto: Ardian Fanani
Jakarta -

Dalam perawatan ban, kebocoran merupakan salah satu kerusakan ringan. Biasanya perbaikan ban bocor adalah menambalnya daripada mengganti ban baru sama sekali.

Ternyata dalam dunia tambal ban ada dua metode yang berbeda dan memiliki kualitas berbeda. Metode pertama adalah yang murah dan sering dijumpai di pinggir jalan. Meski tak ada pakemnya, metode ini dapat didefinisikan dengan tambal luar.

"Yang di pinggir jalan disebut tambal ban cacing atau kepala karet macam-macam. Kadang dibuat dari potongan ban dalam ada juga yang di jual. Itu tambalan sederhana dari luar tambalnya dan sifatnya sementara," jelas PG-On Vehicle Test (OVT) Manager PT Gajah Tunggal Tbk, Zulpata Zainal saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Selasa (7/7/2020).

Zulpata menambahkan bahwa prosesnya pun lebih mudah karena tidak perlu melepas ban dari pelek. "Jadi nggak usah copot pelek," timpalnya.

Metode kedua adalah metode yang lebih baik atau disebut tambal dalam. Metode ini lebih tahan lama karena tambalan tidak akan dengan mudah terlepas karena ada penyangganya dari dalam. Beda dengan tambal luar yang dapat lepas akibat tak dapat menahan tekanan angin.

"Banyak disebut tambal ban tiptop, itu nama mereknya aja. Prosesnya sama, itu ban dibongkar dari pelek abis itu ban lukanya dibersihkan, dibor, digerinda trus dibersihkan pakai alat semportan anti karat. Habis itu baru coating atau lem baru dipasang karet kayak payung dari dalam baru lalu ditarik dari atas," jelas Zulpata.

Karet penambalnya ini bentuknya berbeda tergantung di mana akan digunakan. Jika digunakan untuk menambal ban bagian samping biasanya berbentuk lembaran pipih. Sedangkan untuk tambalan di tapak berbentuk payung.

"Ada yang bentuk payung ada yang bentuk lembaran. Yang payung untuk di telapak, yang lembaran untuk disamping," tukasnya.



Simak Video "Tukang Tambal Cantik di Garut Goes Viral"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com