Selasa, 07 Jul 2020 07:05 WIB

Tambal Ban Mobil Sampai Rp 600 Ribu, Produsen Ban: Nggak Masuk Akal

Luthfi Anshori - detikOto
viral tambal ban 600 ribu Viral tambal ban Rp 600 ribu. Foto: Ardian Fanani
Jakarta -

Produsen ban menyoroti fenomena tambal ban mobil berbiaya mahal hingga menghabiskan uang Rp 600 ribu. Peristiwa viral ini terjadi di Banyuwangi, Jawa Timur, baru-baru ini.

Diberitakan detikcom sebelumnya, sebuah foto kuitansi biaya tambal ban selangit di Banyuwangi viral di media sosial. Dalam kuitansi tersebut, tertulis nominal Rp 600 ribu untuk ongkos jasa dan jenis tambal ban.

Dalam kuitansi itu tertulis 2 bongkar pasang Rp 50 ribu dan 2 press silicon Rp 550 ribu. Dan juga tertera nama bengkel, Dian Tubeles, yang beralamatkan di Jalan Dr Soetomo Banyuwangi.

Melihat fenomena itu, PG-On Vehicle Test (OVT) Manager PT Gajah Tunggal Tbk, Zulpata Zainal pun merasa heran dan menganggap itu kurang masuk akal.

"Saya baru pertama kali dengar yang seperti itu. Terus saya membayangkan tekniknya kayak apa ya (kok) sampai (habis uang) Rp 600 ribu," kata Zulpata, melalui sambungan telepon kepada detikOto, Senin (6/7/2020).

Lanjut Zulpata menjelaskan, ongkos tambal ban sebanyak itu pun dirasa masih cukup mahal bahkan untuk sebuah ban truk yang memiliki ukuran besar.

"Kalau biaya nambal ban Rp 600 ribu saya pasti mikir. Kalau saya mending beli baru, ada kok ban baru yang harganya segitu," lanjutnya.

Dalam penjelasannya, pemilik bengkel Dian Tubles, Acey Sucahyono, mengatakan proses press silicon yang dilakukan olehnya sangat beda dengan proses penambalan ban pada umumnya.

Awalnya, ban yang dalam keadaan rusak harus diberi soda api. Setelah itu di-blower agar kering. Bekas kerusakan kemudian digerinda untuk membuat luka ban agar mudah merekat jika ditempel lem dan di-press dengan suhu panas.

Setelah itu ban yang berlubang tersebut diberi cairan silicon rubber impor hingga mengkristal. Kemudian ditempel dengan lem Maruni. Baru setelah tuntas pengepresan dengan suhu tinggi, ban yang diperbaiki harus di-blower agar dingin. Itu pun butuh pengawasan ekstra.

Menurut Zulpata, memberi bahan silikon ke ban akan menimbulkan efek negatif pada kenyamanan ban saat mobil digunakan berkendara. "Ban dikasih silikon pasti akan nambah beratnya. Nah itu bagaimana dengan (sistem) balancingnya," kata Zulpata.

"(Kalau di pabrik) silikon biasanya dipakai untuk penghitam ban. Terus biar ban enggak nempel di cetakan," tukasnya.



Simak Video "Pecah Ban, Mobil Rombongan Petakziyah di Pasuruan Keluar Jalur"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com