Sabtu, 04 Jul 2020 17:35 WIB

Ditimpa Krisis, Daimler Jual Salah Satu Pabriknya

Rizki Pratama - detikOto
Mobil tanpa sopir mungil dari Smart Mobil mungil ramah lingkungan Daimler. Foto: AN Uyung Pramudiarja
Jakarta -

Di saat para produsen mulai bersemangat kembali mengoperasikan pabrik pasca lockdown, Daimler malah menjual pabriknya. Pabrik Daimler yang akan dijual itu merupakan pabrik perakitan mobil ramah lingkungan Smart di Prancis.

Padahal Daimler baru saja mengumumkan bahwa mereka akan berinvestasi besar dalam teknologi masa depan di tahun-tahun mendatang, dengan tujuan mobilitas bebas karbon. Namun, pengembangan teknologi tidak murah mulai dari penerapan lintas lini produksi, tenaga pelatihan, dan memasok suku cadang. Biaya jadi bertambah secara signifikan untuk elektrifikasi dan digitalisasi kendaraan ini.

Penataan kembali yang serius dan tinjauan terhadap jaringan produksi global perusahaan sedang didiskusikan. Termasuk di antaranya melepas salah satu aset manufaktur mereka.

Ketua Dewan Manajemen Daimler AG dan Mercedes-Benz AG, Ola Källenius menyatakan bahwa langkah ini merupakan dorongan untuk mengubah perusahaan dan produk bergerak maju secepat mungkin.

"Mengingat investasi tinggi di masa depan, terutama dalam elektrifikasi dan digitalisasi, kami secara konsisten menerapkan langkah-langkah untuk meningkatkan efisiensi. Ini memengaruhi semua area perusahaan di seluruh dunia," kata Källenius.

Tidak hanya itu, efek COVID-19 juga tak dapat ditampik menjadi salah satu pertimbangan. Tak sedikit perusahaan melakukan penyesuaian biaya, meminjam uang hingga merumahkan karyawannya di kondisi seperti ini. Daimler sendiri memilih cara menjual asetnya untuk melewati krisis.

"Selain itu, efek pandemi COVID 19 terhadap perekonomian menciptakan kondisi kerangka kerja baru di pasar dan dalam konteks ini, kami mengoptimalkan jaringan produksi global kami. Itulah sebabnya kami bermaksud memulai pembicaraan mengenai penjualan pabrik Hambach," tambah Källenius.

Anggota Dewan Manajemen Daimler AG dan Mercedes-Benz AG, Markus Schäfer juga berkomentar dengan mengatakan bahwa fase tantangan ekonomi ini membutuhkan keseimbangan antara permintaan dan kapasitas. Meski dijual, model Smart saat ini dikatakan akan tetap diproduksi di pabrik itu.

"Perubahan ini juga mempengaruhi pabrik Hambach. Tujuan penting bagi kami adalah untuk mengamankan masa depan. Kondisi lain: Model Smart saat ini akan terus diproduksi di Hambach," timpalnya.

Pabrik ini dibuka pada Oktober 1997 dan telah memproduksi 4 generasi Smart serta Smart EQ Fortwo dan Smart EQ Fortwo Cabrio sejak 2019. Situs ini mempekerjakan sekitar 1.600 karyawan dan telah menghasilkan lebih dari 2,2 juta Smart Fortwo.



Simak Video "The New GLS, SUV Mercedes Setingkat S-Class"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lua)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com