Minggu, 28 Jun 2020 14:10 WIB

Kiat-kiat Buka Usaha Bengkel Motor Sendiri, Ini Caranya Agar Sukses

Rizki Pratama - detikOto
Bisnis bengkel umum Bisnis bengkel umum motor. Foto: Rizki Pratama
Jakarta -

Masa-masa new normal ini menimbulkan banyak tatanan baru dalam sosial dan ekonomi. Seperti diketahui tak sedikit orang yang mulai menemukan bakat dan minat sendiri dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Dari berbagai bisnis, tentu punya beberapa kiat-kiat utama yang krusial. Khusus di bisnis otomotif seperti bengkel umum motor ada juga, nih kuncinya biar sukses dan cuan.

Pengalaman seorang pemilik sekaligus bengkel kecil di kawasan Mampang, Jakarta Selatan bernama Iwan Setiyono dapat menjadi referensi dan motivasi memulai bengkel umum Anda sendiri. Iwan mengingatkan besar atau kecilnya bengkel yang akan dibuka, kunci utama dari bisnis ini adalah pada pelayanan.

"Tips saya pokoknya kejujuran sama pelayanan jangan bikin kecewa. Jangan sampai komplain," ujar Iwan saat ditemui detikcom, Jumat (26/6/2020).

Kepercayaan itu didapat dengan komunikasi yang baik dengan konsumen. Menurut Iwan ini yang menjadi pembeda bengkel umum dan bengkel resmi. Di bengkel resmi cenderung konsumen hanya menerima rekomendasi sesuai aturan, sedangkan di bengkel umum dapat disesuaikan lebih leluasa.

"Kepercayaan kalau di tempat saya misal, mereka lihat secara langsung pengerjaan, barangnya, terus nanya," ungkap Iwan.

Hal selanjutnya adalah kemampuan sumber daya manusia. Jika anda memang seorang mekanik maka dapat menjalankan usaha sendiri. Jika tidak tentu membutuhkan minimal satu orang montir. Untuk memilih montir ini, Iwan mengingatkan untuk paling tidak memiliki satu montir yang benar-benar handal. Sementara itu, untuk pegawai tambahan selanjutnya dapat memanfaatkan tenaga manusia yang tidak terlalu mahir di mana dapat meningkat dan diawasi oleh kepala mekanik.

"Pastikan ada satu mekanik yang benar-benar mengerti, jangan asal ngerti. Nanti kalau untuk pegawai tambahan lagi boleh dikit-dikit ngerti. Pokoknya harus ada satu yang menguasai semuanya. kalau yang lain ibarat kata cuma kenek nggak apa-apa," lanjutnya.

Hal lain yang tentu sangat fundamental adalah kesiapan peralatan, spare part, dan tempat. Untuk membangun sebuah bengkel sederhananya itu Iwan merogoh kocek Rp 50 juta yang tidak langsung dibeli saat bersamaan. Beberapa alat bengkel sudah ia beli satu per satu saat masih menjadi montir di bengkel resmi. Untuk semua itu ia menghabiskan Rp 20 juta. Selanjutnya onderdil fast moving seperti kampas rem, ban dan lain lain dia habiskan Rp 20 juta dan sisanya Rp 10 juta dipakai untuk sewa tempat setahun.

"Kalau barang kalau ditotal semuanya udah Rp 50 juta termasuk tempat. Tempat sewa Rp 10 juta. Modal utama saya kalau perabotan dicicil seperti kunci-kunci. Pertama kali pinjam duit bank Rp 20 juta untuk onderdil. Kalau peralatan ini kompresor kunci udah diluar Rp 20 juta udah dicicil. Waktu masih di AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) saya udah beli-beli kunci," pungkasnya.



Simak Video "Kembali Bekerja dan Tetap Sehat di Era New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lua)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com