Sabtu, 20 Jun 2020 15:25 WIB

Kisah Pria India Tiduran di Jalan Gegara Tak Diurus Meski Punya Gejala COVID

Ridwan Arifin - detikOto
Pemuda India Adang Mobil di Jalan supaya bisa dites corona Pemuda India nekat tiduran di depan mobil supaya bisa tes COVID-19 (Screen capture Youtube/Amjar Unjala)
Jakarta -

Seorang pemuda asal Meerut, Uttar Pradesh, India mengaku positif virus Corona. Untuk memastikan kondisinya diperlukan test swab, tapi karena alatnya terbatas membuat petugas kesehatan di India lebih selektif. Entah karena kesal atau sekadar untuk menarik perhatian, pemuda itu sampai nekat memblokir mobil di jalan.

Mengutip Cartoq, Sabtu (20/6/2020) Peristiwa itu terjadi di Begumpul Chowraha, Meerut. Pemuda tersebut menuntut tes COVID-19 dari pihak berwenang. Dia mulai menghentikan kendaraan di lokasi tersebut bahkan melompat di depan mobil. Dia mengaku sebagai positif COVID-19.

Pemuda mengklaim dirinya menderita gejala COVID-19 sejak waktu lalu. Dia sebenarnya sudah mencoba menghubungi otoritas kesehatan dan pusat tes COVID-19 terkait lainnya, tetapi tidak ada yang datang untuk membantunya. Lalu ia menuntut tes dari pihak kepolisian.



Pemuda ini dihimbau untuk mengerti prosedur, tapi karena merasa diabaikan akhirnya pemuda yang belum diketahui identitasnya ini mencuri perhatian dengan memblokir satu mobil, lalu rebahan di depannya. Ia tetap bersikeras dan mengatakan bahwa ia ingin segera menjalani test COVID-19.

Usaha kerasnya membuahkan hasil, polisi kemudian memanggil ambulans dan meminta pria ini melakukan test COVID-19 di rumah sakit.

Polisi belum mengambil tindakan terhadap pria ini arena mereka sedang menunggu hasil tes dan akan memutuskannya setelah hasiln test COVID-19 keluar.

Perlu dicatat bahwa banyak negara telah membuat aturan sebelum seseorang dapat diuji untuk COVID-19.Ada beberapa syarat kesehatan yang harus ditunjukkan pasien sebelum tes COVID-19 dilakukan. Ini dikarenakan alat test yang terbatas.



India adalah negara terparah keempat di dunia dengan lebih dari 354.000 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi - meskipun pengujian tes COVID-19 masih terbatas yang berarti jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi.

Jumlah korban jiwa melonjak lebih dari 2.000 menjadi 11.900 orang pada hari Rabu (17/06), setelah Mumbai dan New Delhi memperbarui data mereka.

Pemerintah India menuai pujian pada akhir Maret lalu karena memaksakan aturan 'lockdown' paling ketat di dunia. Tetapi jutaan pekerja migran akhirnya tidak memiliki pekerjaan dan karena tidak bisa pulang kampung, mereka terkadang ditahan di fasilitas yang penuh sesak yang justru meningkatkan risiko penularan.



Simak Video "Kasus Positif Corona di India Tembus 5 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com