Pertamini Marak, Pertamina: Memangnya Punya Izin Usaha?

M Luthfi Andika - detikOto
Selasa, 16 Jun 2020 19:11 WIB
Pertamini Digital yang Makin Keren
Pertamini dianggap tidak punya izin usaha (M luthfi Andika/detik.com)
Jakarta -

Bisnis Pertamini makin berkembang dan diklaim makin aman berkat penyimpanan bahan bakar yang lebih tertutup dan mengusung sistem digital. Namun yang menjadi catatan Pertamini bukan anak usaha dari Pertamina, bahkan PT Pertamina (Persero) mempertanyakan izin usaha dari Pertamini.

Seperti yang disampaikan Vice President Communication PT Pertamina (Persero), Fajriyah Usman kepada detikOto, Selasa (16/6/2020).



"Apakah Pertamini ada izin usaha?" tanya Fajriyah kembali kepada detikOto.

Fajriyah menambahkan kalau pertamini tidak termasuk dalam koordinasi Pertamina. Meski demikian, Pertamina memiliki usaha lebih kecil untuk melayani kebutuhan BBM.

Pertamini Digital yang Makin KerenPertamini Digital yang Makin Keren Foto: M luthfi Andika/detik.com

"Pertamini tidak dalam koordinasi Pertamina. SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Mini Pertamina yang resmi disebut dengan Pertashop," kata Fajriyah.

"Pertashop ini jangkauannya lebih luas, karena pertashop merupakan lembaga penyalur Pertamina dengan skala kecil untuk melayani kebutuhan BBM, LPG dan pelumas yang belum terlayani oleh Lembaga penyalur Pertamina lain. Dan ini bisa menjadi peluang usaha bagi mitra Pertamina di pedesaan, baik dari pemerintah desanya melalui BUMD, Koperasi, pelaku usaha atau UKM di Indonesia," Fajriyah menambahkan.

Pertashop diluncurkan Pertamina pada Februari 2020. Berada di bawah Pertamina, Pertashop bisa dibilang melayani penjualan dalam skala kecil atau eceran - bisa dibilang SPBU versi mini. Sekilas bentuknya mirip pertamini, namun beda dalam hal pengelolaan dan ketepatan pengisian bahan bakar.

"Program Pertashop sejalan dengan program One Village One Outlet yang dijalankan Pertamina untuk mendistribusikan energi hingga ke perdesaan. Kami tetap menghimbau masyarakat untuk membeli bbm di SPBU resmi Pertamina dengan kualitas dan juga harga yang sesuai dengan ketetapan," tutup Fajriyah.



Simak Video "Kembali Bekerja dan Tetap Sehat di Era New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)