Minggu, 07 Jun 2020 08:06 WIB

Kantor yang Tak Bisa WFH Harus Sediakan Transportasi untuk Karyawan

Rizki Pratama - detikOto
Himbauan bekerja dari rumah untuk meminimalisir persebaran virus corona berdampak pada arus lalu lintas yang lebih sedikit. Seperti terlihat di Jalan Sudirman, Jakarta. Perusahaan perlu miliki transportasi sendiri untuk karyawannya. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Sejumlah kegiatan perkantoran bisa dimulai kembali ketika masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bergulir. Seiring dengan itu tentunya kebutuhan akan transportasi kembali meningkat.

Sayangnya hal ini tidak diiringi dengan pembatasan kapasitas penumpang yang memang wajib demi menjaga jarak. Kendala ini dilihat oleh pengamat transportasi Djoko Setijowarno tidak hanya dititikberatkan pada penyedia jasa transportasi. Jika memang ada sebuah perusahaan yang mewajibkan karyawannya bekerja di kantor, perusahaan itu perlu mengakomodasi sendiri mobilitas pekerjanya.

"Kalau mau sesuai ketentuan Keputusan Menteri Kesehatan dapat menyediakan sendiri kebutuhan angkutan untuk para karyawannya, agar terjamin protokol kesehatan terutama physical distancing," kata Djoko.

Penyediaan angkutan ini dapat menjaga keberadaan transportasi umum juga. Perusahaan terkait dapat menggandeng bisnis transportasi untuk menyediakan angkutan bagi pekerjanya.

"Menyediakan angkutan bagi karyawannya bekerja sama dengan perusahaan transportasi umum dapat membantu bisnis perusahaan transportasi umum yang sedang alami menuju titik nadir bisnisnya. Agar pada saat penerapan new normal khususnya di Jabodetabek tidak timbul kekacauan di sektor transportasi. Sebab sumber permasalahan bukan di sektor transportasinya namun pada bagaimana pengaturan kegiatan manusianya," jelasnya.

Djoko juga mengingatkan kembali bahwa ketika masa transisi nanti kegiatan yang memang tetap bisa dilakukan dari rumah sebaiknya dipertahankan. Hal ini tentunya dapat menjaga volume pengguna transportasi umum pula.

"Jadi seharusnya masa new normal tidak semuanya harus kembali kerja ke kantor seperti sebelum pandemi. Yang masih bisa work from home (WFH) ya semestinya tetap WFH atau minimal ada pengurangan kehadiran ke kantor. Sektor yg menuntut pekerja harus datang ke tempat kerja, perlu diatur jadwal kerjanya sehingga bervariasi pergerakan orangnya, tidak menumpuk pada jam yang sama seperti masa sebelum pandemi," tutupnya.



Simak Video "KRL Kerap Penuh oleh Pekerja, Gugus Tugas Terbitkan Aturan Jam Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com