Kamis, 04 Jun 2020 18:13 WIB

Anies: Ada WFH, Kendaraan Pribadi di Jakarta Tinggal 45%

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran HI dihentikan sementara guna cegah penyebaran virus corona. Seperti apa suasana di kawasan Bundaran HI hari ini? Pengguna kendaraan pribadi saat pembatasan sosial berkurang drastis. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pembatasan pergerakan masyarakat selama hampir tiga bulan di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) memaksa masyarakat harus menunda aktivitas di luar rumah. Masyarakat sudah melakukan kerja dari rumah atau work from home (WFH), belajar dari rumah, hingga ibadah di rumah.

Karena pembatasan demi mengurangi penularan virus Corona, kegiatan masyarakat di DKI Jakarta pun menurun. Bahkan, menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, pengguna kendaraan pribadi hingga transportasi umum turun drastis saat pembatasan sosial tersebut.

"Ketika ada panggilan kerja di rumah, kita memilih untuk kerja di rumah, ketika ada perintah untuk kita belajar di rumah, kita belajar di rumah. Ketika kita melakukan pembatasan pergerakan, jumlah pengguna kendaraan pribadi turun, di Jakarta tinggal 45% (kendaraan pribadi saat pandemi Corona), MRT penumpangnya tinggal 10%, kemudian TransJakarta penumpangnya tinggal 10-12%. Seluruh wilayah merasakan pergerakan itu," kata Anies dalam konferensi pers status PSBB DKI Jakarta seperti ditayangkan secara langsung di channel YouTube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Kini, Anies menetapkan bulan Juni sebagai masa transisi. Kegiatan bertransportasi juga diatur dalam masa transisi ini dan sudah bisa beroperasi kembali dengan beberapa ketentuan.

"Kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil, bisa beroperasi dengan protokol kesehatan. Kendaraan-kendaraan umum juga bisa beroperasi, dan kendaraan umum ini beroperasi dengan 50% kapasitas dengan menggunakan prinsip jaga jarak," kata Anies dalam konferensi pers status PSBB DKI Jakarta seperti ditayangkan secara langsung di channel YouTubee Pemprov DKI Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Dalam pemaparannya, Anies menyebut mobilitas kendaraan pribadi sudah bisa digunakan secara penuh. Tapi dengan beberapa syarat.

"Kendaraan sepeda motor ataupun mobil itu beroperasi dengan 50% (penumpang) kecuali bila digunakan oleh satu keluarga," ujar Anies.

"Mobil dengan satu keluarga bisa digunakan 100% kapasitas, motor silakan boncengan bila satu keluarga, bapak dan ibu, bapak dan anak, ibu dan anak tidak ada masalah," sebut Anies.

Untuk angkutan umum, beroperasi dengan protokol COVID-19. Kapasitas kendaraan umum tetap dibatasi maksimal 50% dari kapasitas maksimal.

"Angkutan umum seperti tadi disampaikan 50% kapasitas. Jadi MRT, Transjakarta akan beroperasi dengan jam normal dengan headway (jeda antara armada satu dan yang selanjutnya) yang singkat, tetapi kapasitas per gerbongnya hanya 50%,, kapasitas per bus hanya 50%. Juga stasiun dan halte, tempat menunggunya dibuat jarak, antreannya minimal 1 meter," sebut Anies.



Simak Video "Prediksi Horor Jika DKI Tak Kembali PSBB"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com