Senin, 01 Jun 2020 19:11 WIB

New Normal, Tantangan Pemerintah Siapkan Transportasi Umum yang Aman

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Pelayanan bus TransJakarta reguler di Terminal Pinang Ranti, Jakarta Timur, Selasa (17/3/2020), kembali normal. Setelah sebelumnya sempat terjadi penumpukan penumpang karena pengurangan jam layanan akibat Pandemi Corona. Transportasi umum harus disiapkan dengan matang menyambut new normal. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Indonesia bersiap menghadapi new normal. Berbagai hal harus dipersiapkan dengan matang sebelum penerapan new normal, salah satunya di bidang transportasi.

Edison Siahaan, Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW) mengatakan pihaknya berharap penerapan new normal tidak terkesan hanya berdasarkan keinginan semata, tanpa disertai kesiapan dan kecukupan serta kemampuan.

"Untuk itu, ITW mengingatkan agar pemerintah tidak hanya fokus pada persiapan pelaksanaan new normal, tetapi juga harus disertai persiapan pelayanan di bidang tranpsortasi angkutan umum. Serta mendorong pemerintah dan semua pihak yang memiliki tugas pokok dan fungsi di bidang lalu lintas dan angkutan jalan supaya siap menjelang penerapan new normal atau tata kehidupan baru dalam situasi wabah virus Corona atau COVID-19," kata Edison dalam pernyataan tertulis yang diterima detikOto.

Menurut Edison, ada beberapa hal yang harus diantisipasi. Misalnya, saat new normal tetap berlaku aturan protokol kesehatan. Bahkan pendisplinan pada protokol kesehatan saat new normal lebih ditingkatkan agar saat menjalankan aktivitas tetap sehat dan terhindar dari penularan virus Corona.

"Tentu tidak terkecuali ketika menggunakan kendaraan angkutan umum, jaga jarak, tidak kontak langsung harus ditaati sebagai bagian dari protokol kesehatan," katanya.

Pengetatan disiplin protokol kesehatan itu, lanjut Edison, harus disertai dengan ketersediaan kendaraan umum baik secara kualitas maupun kuantitas. Pemerintah harus memastikan jumlah angkutan transportasi umum sudah cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat saat memasuki new normal.

"Karena untuk memenuhi sosial distancing, setiap kendaraan angkutan umum hanya boleh mengangkut penumpang sebanyak 50 persen dari jumlah penumpang yang semestinya. Tentu angkutan umum yang tersedia saat ini tidak akan mampu melayani masyarakat. Jika kondisi seperti itu dibiarkan, tentu penerapan new normal akan gagal sekaligus menggali kubur bagi para pelaku usaha di bidang transportasi angkutan umum. Sebab dengan jumlah penumpang hanya separuh dari kapasitas angkutnya, tidak akan bisa memenuhi biaya operasional," sebutnya.

"ITW meminta apa pun alasannya, pemerintah harus memastikan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas angkutan umum tetap terjaga saat penerapan new normal dilaksanakan. Agar seluruh masyarakat aman dan nyaman serta selamat saat melaksanakan aktivitasnya," tutupnya.



Simak Video " Ini Aturan New Normal bagi Karyawan"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com