Sabtu, 30 Mei 2020 15:44 WIB

Pabrik Tutup, Pelanggan Nissan Cemaskan Perawatan Mobilnya

Rizki Pratama - detikOto
Diler Nissan di Puri Bengkel Nissan. Foto: Ridwan Arifin/detikOto
Jakarta -

Setelah tak lagi produktif membuat produknya di Indonesia, Nissan Motor Co., Ltd memutuskan untuk mengakhiri kegiatan di fasilitasnya itu. Hal ini disebabkan karena Nissan yang terus merugi di 2020 ini. Perusahaan menyatakan merugi hingga US$ 6,2 miliar dan penjualan anjlok 15%.

Berhenti produksi menimbulkan kecemasan pada pelanggan Nissan di Indonesia, bahkan beberapa pelanggan yang ditemui dan dihubungi detikcom pun mengakuinya.

"Pabrik doang, asal bengkel yang ada masih melayani (konsumen tidak mempermasalahkan pabrik Nissan tutup asal bengkel masih beroperasi). Takutnya memang dapat sparepart yang tidak original lagi, jadi repot nanti," ujar seorang pelanggan Nissan bernama Sahlan yang sedang melakukan perawatan mobilnya di bengkel Nissan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Sabtu (30/5/2020).

Pelanggan Nissan lainnya, Muhammad Bajamal mengaku juga khawatir dengan perawatan mobilnya nanti. Meski ia cukup percaya mengingat Nissan bukanlah brand kecil yang akan menelantarkan konsumennya begitu saja.

"Sebenarnya sedikit khawatir karena pabriknya tutup tapi brightsidenya Nissan sudah cukup berpengalaman di sini, mereka udah berumur puluhan tahun jadi pasti ada cara mereka untuk mengatasi sparepartnya tetap ada di pasaran. Jadi nggak terlalu khawatir karena Nissan pemain lama kecuali brand yang tidak terlalu laku cabut," ujar Muhammad saat dihubungi detikcom, Sabtu (30/5/2020).

Ketakutan pelanggan Nissan lainnya yang akan terjadi adalah perihal biayanya. Tidak adanya produksi langsung di dalam negeri diperkirakan akan meningkatkan harga dari suku cadang. Hal ini diutarakan oleh pemilik Nissan Livina generasi lama bernama Dina yang saat ini pun sudah mulai sulit menemukan suku cadang mobilnya itu.

"Khawatir, takut sparepartnya tambah mahal. Soalnya yang sekarang aja udah lumayan lama, apalagi Livinanya kan yang lama bukan yang baru," terang Dina saat ditanyai detikcom, Sabtu (30/5/2020).

Kekhawatiran ini sebelumnya sudah ditangkal oleh Nissan Motor Indonesia. Head of Communications PT Nissan Motor Indonesia Hana Maharani, memastikan seluruh jaringan Nissan di Indonesia tetap aman dan terjaga.

"Tidak ada impact-nya (berpengaruh terhadap diler dan aftersales-Red)," kata Hana.



Simak Video "Nissan Launching SUV Kicks e-Power, Bukti Belum Mati di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com