Jumat, 29 Mei 2020 21:03 WIB

Sehatkan Perusahaan, Renault Akan PHK 15 Ribu Karyawan

Luthfi Anshori - detikOto
Renault TRIBER, MPV Eropa Pesaing Avanza-Xpander Cs Ilustrasi mobil buatan Renault.(Foto: Dok. Renault)
Jakarta -

Perusahaan otomotif asal Prancis, Renault, akan melakukan pemangkasan besar-besaran jumlah karyawannya dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini merupakan langkah restrukturisasi yang dilakukan perusahaan untuk menghemat pengeluaran.

Dalam siaran pers resminya, Renault mengatakan akan mengurangi jumlah karyawan secara bertahap hingga hampir 15 ribu. Sekitar 4.600 karyawan di Prancis dan 10.000 karyawan Renault di luar Prancis akan mendapat PHK (Pemutusan Hubungan Kerja)

Kebijakan itu disebut-sebut akan menghemat pengeluaran Renault sebesar US$ 2,2 miliar (Rp 32 triliun) selama tiga tahun ke depan.

Selain mengurangi jumlah sumber daya manusia, Renault juga akan memangkas produksi kendaraan dari 4 juta mobil di tahun 2019, menjadi 3,3 juta mobil di tahun 2024.

Akibat kebijakan itu, rencana untuk menambah kapasitas produksi di pabrik Maroko dan Rumania pun ditangguhkan. Termasuk juga rasionalisasi produk girboks Renault di seluruh dunia.

Penghematan tambahan juga akan dilakukan melalui perampingan desain dan mengurangi keragaman komponen. Selain itu pengembangan kendaraan juga akan dioptimalkan melalui kerja sama dengan mitra aliansi mereka, Nissan dan Mitsubishi.

Dari sisi korporasi, kebijakan yang akan dilakukan adalah memindahkan saham grup Renault di Dongfeng Renault Automotive Company Ltd (DRAC) di Cina ke Dongfeng Motor Corporation. Kebijakan ini juga akan diikuti penghentian produksi mesin pembakaran mobil penumpang bermerek Renault di pasar Cina.



Simak Video "Renault Bakal PHK 15.000 Pekerja, Terbanyak di Prancis!"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com