Jumat, 08 Mei 2020 09:42 WIB

Pemerintah Jamin Kesiapan Jalan untuk Dukung Jalur Logistik

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Suasana arus lalu lintas ramai lancar di Jalan Tol Jakarta Cikampek KM 12, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (3/4/2020). Pemerintah menjamin kesiapan jalan untuk angkutan logistik. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kendaraan angkutan logistik menjadi salah satu yang diizinkan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maupun larangan mudik. Sebab, angkutan logistik dianggap penting untuk kepentingan masyarakat.

Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan kesiapan dan kemantapan infrastruktur jalan dan jembatan, baik jalan tol maupun jalan nasional untuk mendukung jalur logistik kebutuhan pokok serta pergerakan karena kepentingan khusus yang diizinkan Pemerintah selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pandemi COVID-19 dan kebijakan larangan Mudik Lebaran Tahun 2020.

Dalam siaran persnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, jalan tol dan non-tol tetap disiapkan sebagai jalur logistik, termasuk ruas jalan yang fungsional jika dibutuhkan. Hal itu untuk kelancaran produksi dan distribusi barang kebutuhan pokok, obat-obatan atau alat kesehatan, serta layanan kesehatan/kendaraan medis dalam rangka penanganan pencegahan penyebaran COVID-19.

"Kami memastikan kemantapan pada jalan tol dan jalan nasional yang baik, termasuk menjaga agar satu wilayah tidak terisolir karena jalan dan jembatan putus, misalnya di Lumajang dan Solok," kata Basuki seperti dikutip dari siaran persnya, Jumat (8/5/2020).

Kementerian PUPR juga menyiapkan Posko dan mengerahkan Tim Tanggap Darurat Bencana Disaster Relief Unit (DRU) di lokasi-lokasi rawan bencana. Misalnya perbaikan jalan ambles pada jalan nasional ruas Solok-Surian di Sumatera Barat, jalan Pantura di wilayah utara Jawa Timur tepatnya di Kabupaten Lumajang hingga pembersihan jalan akibat banjir di wilayah Cilegon, Banten.

Untuk mendukung jalur logistik kebutuhan pokok dan pergerakan karena kepentingan khusus tersebut, saat ini Jalan Tol Trans Jawa telah beroperasi sepanjang 1.056 km, termasuk Jakarta-Cikampek II Elevated 38 km. Jalan Tol Trans Jawa dilengkapi dengan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP)/rest area sebanyak 97 rest area dengan rincian 49 rest area TIP A, 28 TIP B, dan 20 TIP C.

Selanjutnya Tol Trans Sumatera beroperasi sepanjang 502,5 km, termasuk ruas tol Kayu Agung-Palembang (Jakabaring) sepanjang 33 km yang beroperasi tanpa tarif. Kemudian juga ruas tol yang siap dioperasikan yakni Ruas Pekanbaru - Minas sepanjang 9,5 km. Tol Trans Sumatera dilengkapi dengan Tempat Istirahat dan Pelayanan sebanyak 31 rest area.

Untuk di Pulau Kalimantan, jalan tol Balikpapan-Samarinda telah beroperasi sepanjang 66 km dan di Pulau Sulawesi jalan tol operasional dan siap dioperasikan sepanjang 38 km yakni ruas Tol Ujung Pandang Seksi 1 dan 6 (6 km), ruas Tol Makassar Seksi IV (11,6 km) serta ruas Tol Manado-Air Madidi-Danowudu sepanjang 20,5 km.



Simak Video "Dari 5 Juli-3 Agustus, Denda Pelanggaran PSBB di DKI Capai Rp 1,5 M"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com