Duh! Marak Tawaran Mengantar Mudik di Media Sosial

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 28 Apr 2020 11:54 WIB
larangan mudik
Masyarakat dilarang mudik, yang nekat diminta putar balik. Foto: Sugeng Harianto
Jakarta -

Saat ini masyarakat dilarang mudik di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Alasannya, pemudik dikhawatirkan akan menjadi pembawa virus Corona ke kampung halamannya.

Berbagai cara sudah dilakukan pemerintah untuk mencegah masyarakat yang ingin mudik. Misalnya di beberapa titik sudah didirikan pos penyekatan. Mereka yang nekat mudik diminta putar balik. Itu berlaku untuk kendaraan pribadi maupun angkutan penumpang.

Namun ternyata, masih banyak pemudik yang lolos hingga tiba di kampung halamannya. Bahkan, di media sosial marak orang yang menawarkan jasa mengantar pemudik di tengah larangan pulang kampung.

Pengguna Facebook secara terang-terangan menawarkan jasa mengantar pemudik di beberapa grup Facebook. Bahkan dengan bangganya salah satu pengguna Facebook yang menawarkan jasa mengantar pemudik itu menulis, "siap menerobos blokade jalan buat antar njenengan (Anda) sampai tujuan dengan aman dan nyaman."

Marak Penawaran Jasa Antar Pemudik di Media SosialMarak Penawaran Jasa Antar Pemudik di Media Sosial Foto: Istimewa

Adapula pelaku bisnis travel yang bersyukur bisa lolos dari penyekatan. Ia mengunggah di Whatsapp Stories dan membuka pemesanan untuk yang ingin mudik.

Marak Penawaran Jasa Antar Pemudik di Media SosialMarak Penawaran Jasa Antar Pemudik di Media Sosial Foto: Istimewa

Pengamat Transportasi dari Institut Studi Transportasi Darmaningtyas mengatakan, pihak yang menawarkan jasa antar pemudik sebaiknya segera ditindak. Sebab, pemerintah sudah melarang masyarakat untuk mudik agar tidak menyebarkan virus Corona.

"Memang keluhan itu muncul di mana-mana. Operator sudah mengeluhkan banyak angkutan pribadi yang dipakai untuk AKAP (antar kota antar provinsi), kendaraan pribadi tapi fungsinya AKAP. Kalau travel kan pelat kuning, tapi ini pelat hitam tapi fungsinya AKAP karena (mengantar) sampai Cirebon, Tegal, bahkan sampai ada yang sampai Yogya. Ini saya kira memang harus ditindak," kata Tyas kepada detikOto, Selasa (28/4/2020).

Menurutnya, pihak berwenang jika ingin bekerja keras harus melacak pemilik akun yang menawarkan jasa antar pemudik itu. "Langsung ditangkap saja," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, memang masih banyak ditemui pemudik colongan. Di lapangan malah masih ada bus yang 'colongan' mengantar pemudik di tengah larangan mudik. Hal itu diakui oleh Direktur Utama PO SAN Putra Sejahtera, Kurnia Lesani Adnan.

"Kami di terminal Pekanbaru diminta untuk tidak berangkat, juga di Jambi disetop. Yang kami bingung, pagi tadi kami monitor di Merak, itu ada beberapa PO yang ke jurusan Pati, tetap turun (dari kapal) dan tetap jalan," kata Sani dalam diskusi melalui video conference bersama Institut Studi Transportasi, Minggu (26/4/2020) lalu.

Dia juga memonitor beberapa operator bus masih ada yang tetap bisa jalan. Menurutnya, bus-bus itu sampai melalui jalan tikus.

"Ini capture yang kurang tegas dan intensnya dari aparat. Kalau saya cermati ini terjadi di malam hari, di perbatasan-perbatasan. Ada beberapa teman-teman PO tahu lah kondisi dan rahasia di lapangan. Ada yang membawa penumpangnya dari Jakarta dibawa sampai ke Karawang, dari Karawang (naik) bus start dari Karawang ke Jawa Tengah dan ke Jawa Timur," sebut Sani.



Simak Video "Keuskupan Agung Jakarta Imbau Jangan Mudik Natal saat Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)