Meski angka kriminalitas mengalami peningkatan, curanmor di Jakarta Timur justru menurun saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Pandemi virus corona yang menghantam sektor bisnis dan ekonomi membuat angka kriminalitas mengalami peningkatan. Kabag Penum Divisi Humas Polri, Asep Adi Saputra, pada awal pekan ini mengungkapkan adanya kenaikan jumlah kejahatan. Di tengah pandemi virus corona dan pelaksanaan PSBB, angak kriminalitas meningkat 11,80%.
Meski demikian untuk wilayah Jakarta Timur, Polresto Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi peningkatan angka kejahatan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita selama PSBB ini sudah melakukan beberapa kegiatan untuk lebih mengamankan wilayah," kata Hery.
Hery pun menjelaskan langkah apa saja yang dilakukan untuk mengamankan wilayah.
"Pertama, melakukan kegiatan pemantauan wilayah atas perintah Polres. Kedua, khusus Satreskrim kita membuat tim-tim khusus bentuknya seperti team Rajawali dan melakukan patroli pada titik dan jam-jam yang dianggap rawan," ujar Hery.
"Untuk unit yang lain kita sebar, untuk melakukan penyelidikan dan kita menghidupkan kembali Kring Serse di masing-masing wilayah. Kita bagi wilayah untuk menguasai wilayah-wilayah yang sudah dibagi. Mereka harus punya orang-orang yang bisa memberikan informasi, seperti RT, RW Siskomas atau masyarakat yang lain. Sehingga apabila terjadi kejahatan atau indikasi akan melakukan tindak pidana, bisa melaporkan ke kita, dan kita langsung mengamankan," Hery menambahkan.
Terakhir, Hery mengatakan personil ditambah untuk bisa lebih mengamankan masyarakat.
"Kemarin untuk wilayah Jakarta Timur ada penambahan personil dari Polda, dan nanti akan kita persiapkan akan menjadi team lapangan. Selain itu kita akan perkuat team-team khususnya," pungkas Hery.
(lth/din)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas