Selasa, 21 Apr 2020 15:23 WIB

Mudik Dilarang, PO Bus Kehilangan Ratusan Juta Rupiah Per Hari

Luthfi Anshori - detikOto
Suasana Terminal Bus Ir Soekarno Klaten, Minggu (5/4/2020) siang Operator bus bisa kehilangan pendapatan ratusan juta rupiah per hari gegara larangan mudik.Foto: Acmad Syauqi/detikcom
Jakarta -

Pelarangan mudik oleh Presiden Jokowi (Joko Widodo) membuat perusahaan jasa transportasi rugi besar. Setiap Perusahaan Otobus bisa kehilangan pendapatan ratusan juta rupiah per harinya.

"Dampak pandemi virus COVID-19 ini memang luar biasa, khususnya kita pelaku transportasi. Apalagi kalau kita berbicara kerugian," buka Direktur Operasional PO Bejeu, Iqbal Tosin, melalui sambungan telepon kepada detikOto, Selasa (21/4/2020).

"Di masa mudik, potensi pendapatan dari penjualan tiket, per hari bisa sampai Rp 450 juta," sambung Iqbal.

Itu baru potensi kehilangan pendapatan per hari. Jika dihitung berdasarkan lama waktu pelarangan mudik, kerugiannya jelas bisa mencapai belasan miliar rupiah.

"Tergantung nanti dilarangnya berapa hari, kami biasa hitung arus mudik dan arus balik itu sekitar 40 hari. Kalau pelarangan ini sampai 40 hari, tinggal dikalikan saja, jadi potensi kehilangan pendapatan dari jualan tiket bisa mencapai Rp 18 miliar," jelasnya lagi.

Sebagai informasi, saat ini PO Bejeu memiliki sekitar 70 armada. Dalam satu hari keberangkatan, bus yang memiliki trayek Jepara-Jabodetabek (PP) ini bisa memberangkatkan 30 bus kelas eksekutif.

Iqbal juga menjelaskan sebelum diberlakukannya larangan mudik, perusahaannya sudah merugi karena operasional bus sudah berkurang drastis.

"Sebelum dilarang beroperasi aja kita sudah merugi. Unit kita yang jalan dari Jepara sekarang cuma 2-3 unit," tukasnya.



Simak Video "Sebelum Jokowi Larang Mudik, 253 Ribu Pemudik Sudah Masuk Jabar"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com