Akibat PSBB, Penumpang TransJakarta Turun 90% per Hari

Luthfi Anshori - detikOto
Senin, 20 Apr 2020 14:40 WIB
Sejumlah Bus Transjakarta antri untuk mengangkut penumpang di Halte Transjakarta Harmoni, Senin (17/10/2016). Pemprov DKI Jakarta dan PT TransJakarta berencana menambah armada bus.
Bus TransJakarta.Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Terjadinya pandemi virus Corona (COVID-19) telah menurunkan angka pengguna angkutan umum di area Jabodetabek, khususnya Jakarta. Penurunan besar terjadi setelah diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Misal untuk layanan TransJakarta, sampai tanggal 15 April 2020, rata-rata hanya bisa mengangkut sebanyak 83 ribu orang/hari. Padahal di bulan Januari 2020 ketika kondisi masih normal, TransJakarta bisa mengangkut penumpang mencapai 840 ribu orang/hari.

Penurunan penumpang Transjakarta sudah dirasakan, sejak bulan Maret, di mana rata-rata penumpang hanya 550 ribu orang/hari atau turun 34,52% dibandingkan jumlah penumpang normal pada Januari 2020.

Selain TransJakarta, layanan Moda Raya Terpadu (MRT) juga mengalami penurunan traffic penumpang. Pada Januari 2020, penggunanya masih 85 ribu orang/hari. Namun pada Maret, mengalami penurunan sebesar 47,05%, jadi sekitar 45 ribu orang/hari.

Data terakhir tercatat, hingga 15 April 2020, penumpang MRT hanya berkisar 5 ribu penumpang/hari, atau turun sebesar 94,11% dibanding Januari 2020.

Hal sama terjadi pada moda transportasi KRL. Pada Januari 2020, KRL setiap harinya masih melayani sebanyak kurang lebih 859 ribu orang. Pada bulan Maret, jumlahnya turun sebesar 30,38% menjadi 598 ribu orang/hari.

Adapun untuk bulan April 2020 sampai dengan tanggal 15, terjadi penurunan penumpang yaitu hanya sebanyak 183 ribu orang/hari atau turun 78,69% dibanding kondisi normal Januari 2020.

Untuk LRT Jakarta, di masa normal bisa melayani penumpang sekitar 3.800 orang/hari. Kemudian mengalami penurunan sebesar 47,36% pada bulan Maret 2020 menjadi 2 ribu orang/hari.

Hingga 15 April, penumpang LRT Jakarta tinggal sekitar 264 orang/hari atau turun 93,05% dibanding kondisi normal Januari 2020.

"Dalam beberapa waktu terakhir kami sangat intensif melakukan rapat koordinasi dengan Dishub se-Jabodetabek, dan hasil pantauan lapangan mereka, pengguna angkutan umum cenderung menurun," kata Kepala BPTJ, Polana B. Pramesti.

Terlebih setelah adanya status PSBB secara resmi dapat dipastikan pengguna angkutan umum akan menurun, karena jumlah pergerakan orang sudah dibatasi.

Selain itu berlaku pula pembatasan waktu operasional angkutan umum selama PSBB yaitu di DKI Jakarta angkutan umum hanya beroperasi mulai pukul 06.00 s.d. 18.00 WIB, sementara itu wilayah Bodetabek yang berstatus PSBB pembatasan operasional dimulai pukul 05.00 s.d. 19.00 WIB.

PSBB di DKI Jakarta dimulai tanggal 10 April 2020, menyusul kemudian Jawa Barat (Depok, Bekasi dan Bogor Raya) pada tanggal 15 April 2020, serta Banten (Tangerang Raya) pada 18 April 2020.



Simak Video "Anies Pastikan PSBB Ketat Jakarta Berpotensi Diperpanjang"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)