Jumat, 17 Apr 2020 19:07 WIB

Ada Pandemi Corona, Pabrik Hyundai di RI Terus Dikebut

Luthfi Anshori - detikOto
Pabrik Hyundai di Indonesia tetap dibangun kendati terjadi pandemi virus Corona Pabrik Hyundai di Indonesia terus dibangun di tengah pandemi virus Corona.Foto: Dok. HMMI
Jakarta -

Hyundai memastikan kelanjutan pembangunan pabriknya di Indonesia, kendati situasi saat ini tidak mudah akibat pandemi virus Corona alias COVID-19. Keputusan ini diambil setelah dilakukan koordinasi intensif dengan otoritas lokal dan nasional terkait.

"Kami memahami bahwa apa yang kami hadapi saat ini adalah situasi yang sangat menantang. Namun komitmen kami untuk terus mendukung masyarakat serta lingkungan di sekitar kami. Sekarang adalah saat yang penting untuk menunjukkan solidaritas kami kepada Indonesia, dengan terus mendorong dan mendukung ekonomi Indonesia untuk terus bergerak," bilang Presiden Direktur PT. Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI), YoonSeok Choi, dalam keterangan resmi yang diterima detikOto, Jumat (17/4/2020).

HMMI mengatakan hingga saat ini proyek manufaktur telah mencapai kemajuan konstruksi dengan proses pembersihan lahan dan pekerjaan pemancangan. Target saat ini dari proyek konstruksi pabrik adalah untuk merampungkan penyusunan kerangka baja dan melanjutkan pengembangan. Kendati tetap berjalan, HMMI menyebut proses pembangunan pabrik Hyundai tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Kami di HMMI selalu memperhatikan keselamatan dan kesehatan karyawan kami sebagai hal utama. Karena itu, kami menerapkan peraturan kebersihan yang lebih ketat dan secara aktif mendisinfeksi tempat mereka bekerja secara berkala. HMMI menghormati keputusan pemerintah dan telah berusaha keras untuk menerapkan aturan physical distancing yang ketat. Kami berharap masa sulit ini akan segera berlalu bagi kita untuk dapat kembali lebih kuat," tambah YoonSeok.

Beberapa protokol kesehatan yang diterapkan Hyundai antara lain memberlakukan langkah-langkah kebersihan dan physical distancing ketat di pintu masuk pabrik serta area kantor, termasuk saat aktivitas pembangunan pabrik yang saat ini fokus dalam pengerjaan peralatan guna menghindari kontak manusia.

Selain itu, Hyundai melakukan pemeriksaan kesehatan dan distribusi masker di area transit, pemantauan suhu untuk karyawan, serta membatasi akses personal di pintu masuk pabrik. Peraturan kebersihan yang diterapkan secara lebih ketat di area kantor adalah dengan menerapkan physical distancing, meningkatkan frekuensi dan ketepatan upaya sanitasi, seperti melakukan pembersihan berkala dan pemberian disinfektan.

Merek asal Korea Selatan ini juga menyediakan fasilitas kesehatan berstandar, seperti kemitraan dengan rumah sakit terdekat untuk situasi darurat, penetapan pusat medis dengan tenaga medis yang siap siaga, ambulans di lokasi untuk situasi darurat, ruang karantina darurat, dan suplemen bergizi serta vitamin. Hyundai juga mengatakan menjamin semua pedoman yang dibutuhkan telah dilaksanakan dengan optimal, dan tidak ada pekerja yang dipaksa untuk terus masuk ke pabrik jika mereka dalam kondisi tidak sehat.

Di pabriknya, HMMI membangun zona edukasi virtual di mana karyawan dapat mencoba sabuk pengaman, penggunaan tangga, kecelakaan keselamatan, dan pemadam api di dalam dunia virtual sebagai bagian dari pelatihan mereka untuk mencegah kecelakaan keselamatan secara efektif.

Untuk mengawasi jalannya investasi, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, bersama beberapa anggota direksi, hari ini telah mengunjungi pabrik HMMI dan mengamati secara langsung perkembangan terbaru dari pembangunan pabrik.

"Pembangunan pabrik Hyundai adalah komitmen bagi kedua negara. Meskipun saat ini adalah waktu yang sulit bagi semua orang karena pandemi COVID-19, mari kita tidak lupa untuk memberikan dukungan penuh kepada semua pihak, termasuk pejabat lokal dan polisi setempat untuk memastikan dan menjaga semua pengerjaan serta rencana semula berjalan sesuai rencana," ujarnya.

Sebagai informasi, investasi Hyundai di Indonesia memiliki angka senilai USD 1,55 miliar hingga 2030. Tak hanya untuk pasar domestik, pabrik ini juga akan berkontribusi terhadap pengembangan ekspor Indonesia, dengan menjadi pemasok produk-produk Hyundai ke pasar utama di kawasan ASEAN lainnya.



Simak Video "38 Daerah Berubah Status Jadi Zona Hijau, Mana Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com