Jumat, 10 Apr 2020 20:37 WIB

Patuhi PSBB Tak Angkut Penumpang, Ojol Tagih Lagi BLT

Rizki Pratama - detikOto
Tarif baru batas bawah dan batas atas ojek online telah berlaku sejak Senin (2/9/2019). Tarif diatur berdasarkan zonasi. Ojol minta BLT saat PSBB Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Mulai hari Jumat (10/4/2020) Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah diterapkan di DKI Jakarta guna membatasi penyebaran virus Corona. Melalui aturan PSBB yang sudah diturunkan dalam Pergub Pelaksanaannya disebutkan angkutan roda dua atau ojek online tidak boleh mengangkut penumpang.

Sebelum diturunkan dalam bentuk Pergub, aturan PSBB ini sudah sampai di telinga para ojek online. Ojek online malalui aliansinya pun menyampaikan beberapa permintaan agar kebutuhan hidup dapat terpenuhi. Namun saat diterapkan hari ini, harapan tersebut tak dikabulkan.

Menanggapi PSBB yang berlaku hari ini aliansi ojek online yang berada di bawah Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) kembali mengharapkan adanya bantuan tunai. Aliansi tersebut menyatakan bahwa sembako tidak tepat karena kebutuhan mereka berbeda-beda.

"Apabila pembuat kebijakan tetap memaksakan ojol dilarang membawa penumpang, maka berikan ojol kompensasi berupa bantuan uang tunai, bukan hanya berupa sembako, karena kebutuhan kami berbeda-beda dan agar ekonomi rakyat tetap berjalan," jelas Ketua Garda, Igun Wicaksono kepada detikcom, Jumat (10/4/2020).

Ojol pun juga meminta aplikator untuk mengurangi potongan pendapatan mereka. Di masa PSBB ojol meminta aplikator untuk menurunkan potongan menjadi 10% atau tidak sama sekali.

"Untuk perusahaan aplikator agar turunkan potongan menjadi 10% atau tuntuk sementara di masa pandemi COVID-19, hilangkan potongan pendapatan ojol," tambah Igun.

Sebelumnya, Garda juga meminta untuk mengkaji ulang aturan ini. Para ojol tetap ingin mengangkut penumpang dan berjanji untuk memenuhi standar kesehatan saat ini dalam operasinya.

"Kami mendukung dan siap patuhi PSBB di DKI Jakarta, Jabodetabek dan Nasional namun jangan hilangkan penghasilan kami dari layanan penumpang ojek online, kami akan patuhi protokol kesehatan," tutur Igun



Simak Video "KRL Kerap Penuh oleh Pekerja, Gugus Tugas Terbitkan Aturan Jam Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com