Jumat, 10 Apr 2020 15:49 WIB

'Preman Insaf', Anggota Geng Ikut Usir Warga yang Keluyuran di Jalan Saat Lockdown

Doni Wahyudi - detikOto
A former member of Barrio 18 gang, crochets a hat during a workshop at the prison of San Francisco Gotera, 161 km east of San Salvador on July 16, 2018.
Members of two of the worlds most feared gangs, El Salvadors Mara Salvatrucha and Barrio 18, prepare to reintegrate into society as they receive a range of classes in jail including DIY, music and knitting as part of a program known as I Change. / AFP PHOTO / Oscar Rivera Ilustrasi warga El Savador (AFP PHOTO / Oscar Rivera)
Jakarta -

Kepolisian El Savador dapat bantuan yang mungkin tak pernah dikira sebelumnya. Sekelompok geng yang sebelumnya dikenal brutal, membantu mereka mengusir warga dari jalanan saat lockdown.

Geng jalanan El Savador dikenal kejam dan bengis saat beraksi. Mereka kerap melakukan tindak kekerasan bahkan sampai membunuh dalam melakukan aksinya. Serangkaian kekerasan yang mereka lakukan membuat puluhan ribu orang sampai mengungsi meninggalkan kota-kota yang dikenal punya tingkat kriminal tinggi.

Namun kini beberapa kelompok geng itu turun tangan membantu pemerintah. Dikutip dari DailyMail, ada kelompok geng yang membantu mengusir warga yang masih berkeliaran di jalan saat pemerintah sudah menetapkan lockdown pada 22 Maret lalu.



Tapi cara-cara kekerasan (sayangnya) masih dipakai oleh kelompok geng itu. Mereka turun ke jalan membawa tongkat pemukul untuk menakuti warga supaya tetap berada di rumah.

Bahkan mereka membuat rekaman audio dan video ancaman untuk warga tidak keluar rumah. Anggota geng yang 'membantu' penerapan lockdown itu diyakini berasal dari grup Barrio 18 dan MS-13, sebuah organisasi kriminal yang diisi orang-orang yang sudah dideportasi dari Amerika Serikat.

"Kami tidak ingin melihat siapapun ada d jalanan. Jika Anda keluar, sebaiknya tujuannya adalah ke toko, dan Anda sebaiknya memakai msker," demikian salah satu rekaman audio dari geng itu.



Entah karena peran para geng atau disebabkan oleh penyebaran virus corona, angka pembunuhan di El Savador menurun drastis. Jika pada Februrai tercatat ada 114 pembunuhan, angkanya turun menjadi 'cuma' 65 kasus di Maret. El Savador merupakan salah satu negara dengan tingkat kasus pembunuhan paling tinggi.

Di El Savador sejauh ini tercatat ada 103 kasus positif corona dan lima kematian. Namun pemerintah setempat khawatir kasus positif corona dan angka kematian akan meledak lantaran fasilitas kesehatan yang minim di sana.



Simak Video "Kehidupan di Jerman Tampak Mulai Menggeliat"
[Gambas:Video 20detik]
(din/rip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com