Rabu, 08 Apr 2020 11:45 WIB

Umur Mobil Berbahan Bakar Bensin Masih Panjang

Rizki Pratama - detikOto
Mesin diesel VW Golf GTD Umur mesin pembakaran internal masih lama Foto: Volkswagen
Jakarta -

Saat ini hampir setiap merek mobil mengembangkan mobil listrik. Beberapa sudah ada yang ditawarkan di pasar dan populasi penggunanya terus bertambah meski masih jauh jika dibanding mobil konvensional.

Kondisi ini tidak serta merta melenyapkan mobil berbahan bakar bensin. Produksi dan pengembangan mobil berbahan bakar fosil masih terus berjalan dengan terus meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Bahkan pabrikan sebesar Volkswagen yang sudah menanam investasi besar-besaran untuk mobil listrik mengakuinya. Mobil bensin buatan VW kini telah dibuat dengan tingkat efisiensi yang tinggi setelah VW dilanda kasus dieselgate.

Dalam sebuah wawancara dengan Autocar, kepala teknis VW, Matthias Rabe menjelaskan mengapa VW berpendapat mesin konvensional akan memiliki masa depan yang lebih panjang daripada yang diperkirakan beberapa orang. Salah satu harapan mobil dengan sistem pembakaran adalah pengembangan bahan bakar sintetis atau disebut dengan e-fuel di Eropa.

"Kami akan menuju e-fuel. Jika Anda melihat industri penerbangan, bahan bakar sintetis sangat diminati karena pesawat tidak akan menggunakan listrik. Kami menetapkan target CO2 kami dengan sangat serius dan ingin menjadi contoh, tetapi itu tidak berarti kami akan meninggalkan mesin pembakaran," jawabnya.

Meskipun EVs tetap menjadi prioritas nomor satu, investasi dalam mesin pembakaran masih masuk dalam rencana untuk memperbarui sejumlah besar powertrain bensin dan diesel yang dijual VW. Selain itu, beberapa mobil mereka seperti Golf TGI, Skoda Octavia G-TEC, Audi A3, A4 G-Tron, dan SEAT Leon TGI dapat dijalankan dengan bahan bakar gas terkompresi di pasar tertentu.

Selain VW, BMW juga sangat percaya bahwa mesin pembakaran masih memiliki masa depan yang panjang. Kepala R&D BMW, Klaus Froehlich menyatakan komitmen perusahaan terhadap mesin pembakaran internal masih bertahan selama 30 tahun ke depan.



Simak Video "Iklannya Berbau Rasis, Volkswagen Minta Maaf"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com