Selasa, 07 Apr 2020 08:33 WIB

Imbas Corona, Dealer Mobil Harus Pintar Manfaatkan Media Digital untuk Jualan

Luthfi Anshori - detikOto
Mobil Dealer mobil harus manfaatkan media digital di tengah pandemi corona.Foto: shutterstock
Jakarta -

Terjadinya pandemi virus corona turut memengaruhi kegiatan bisnis penjualan mobil di Indonesia. Banyak konsumen yang menangguhkan pembelian mobil baru untuk mengalihkannya ke kebutuhan barang pokok. Di sisi lain konsumen yang datang ke dealer juga berkurang karena ada imbauan social distancing.

Di masa krisis seperti ini, dealer mobil harus tetap memberi pelayanan terbaiknya kepada konsumen, baik untuk layanan penjualan maupun purnajual. Menurut pengamat otomotif, Yannes Martinus Pasaribu, dealer harus pintar memanfaatkan sarana digital untuk jualan atau memberi layanan perawatan kendaraan.

"Promo dealer memang dapat membantu meningkatkan minat pasar yang terlanjur lesu. Usulnya adalah dengan fokus marketing jangka menengah dan jangka panjang, dengan cara mengubah strategi pemasaran ke media digital," kata Yannes, kepada detikOto belum lama ini.

Skenario marketing seperti itu sebelumnya sudah pernah dilakukan oleh dealer resmi Toyota, Auto2000. Dealer ini untuk pertama kalinya pun masuk ke pasar digital. Melalui aplikasi Auto2000 Digiroom, Auto2000 sekarang menyediakan layanan penjualan mobil baru, suku cadang, dan aksesori resmi Toyota Indonesia, dengan platform e-commerce.

Cara serupa juga dilakukan oleh pabrikan asal China, Wuling. Wuling Motors menggelar program Home Service, Home Test Drive, dan Online Booking untuk memberikan kemudahan konsumen melakukan perawatan kendaraannya dan memberi kesempatan konsumen untuk mencoba sensasi berkendara mobil Wuling. Program ini mengikutsertakan 8 grup mitra diler Wuling di Indonesia.

Layanan Home Service atau perawatan kendaraan di rumah juga disediakan oleh Astra Daihatsu Motor dan Honda Prospect Motor.

Yannes menambahkan, bisnis penjualan mobil saat ini sedang menghadapi cobaan berat seturut pandemi corona. Terlebih pameran otomotif IIMS batal digelar, dan momen hari raya tahun ini pun tidak akan efektif mendongkrak penjualan mobil.

"Dealer juga harus lebih aktif lagi menjaring hasrat beli dari para calon konsumen dengan iming-iming uang muka, hingga bunga cicilan yang lebih ringan lagi. Dukungan tentu diperlukan dari pemerintah untuk membangkitkan kembali industri otomotif di Indonesia," tukasnya.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com