Senin, 06 Apr 2020 13:49 WIB

'Ventilator' Pemberian Elon Musk Dikeluhkan RS: Salah Tipe dan Kurang Efektif

Doni Wahyudi - detikOto
A medical staff checks on a ventilator of an intensive care unit at a newly inaugurated hospital by the Tamil Nadu state during a government-imposed nationwide lockdown as a preventive measure against the COVID-19 coronavirus, in Chennai on March 27, 2020. (Photo by Arun SANKAR / AFP) Ventilator bikinan Tesla kabarnya tak sesua dengan kebutuhan pasien corona (AFP/ARUN SANKAR)
Jakarta -

Tesla sudah mendistribusikan ventilator ke beberapa rumah sakit. Tapi ventilator yang mereka sumbangkan malah dikeluhkan karena tak sesuai yang dibutuhkan.

Diberitakan sebelumnya, Tesla berencana membagikan secara gratis ventilator pada rumah sakit yang membutuhkan di seluruh dunia. Bos Tesla, Elon Musk, mengumumkan rencana tersebut pekan lalu melalui akun Twitternya.

Ventilator yang akan diberikan adalah produksi China, yang diklaim sudah sesuai standar FDA (Food and Drug Administration). Di China, ventlator kabarnya sudah berlimpah.



Namun muncul kabar miring soal ventilator yang sudah disumbangkan Tesla tersebut. Forbes, mengutip dari The Week, menyebut ada rumah sakit yang mengeluhkan ventilator yang dikirim Tesla. Soalnya ventilator yang dikirim tidak sesuai spesifikasi yang dibutuhkan untuk pasien corona. Malah itu sebenarnya bukan ventilator.

Disebutkan, kalau yang dikirim Tesla bukan ventilator. Melainkan mesin BiPAP (atau sering disebut sebagai B-PAP) bikinan ResMed.

Bi-PAP juga alat bantu pernapasan yang biasa dipakai di rumah sakit atau rumah. Alat ini dilengkapi semacam topeng yang menutupi seluruh wajah atau hanya mulut dan hidung. Hanya saja Bi-PAP ini tidak efektif buat pasien yang mengalami kondisi kritis akibat COVID-19.



Ventilator untuk menolong pasien kritis COVID-19 memiliki alat seperti selang yang dimasukkan ke saluran pernapasan antara trakea menuju paru-paru.

Ventilator membantu pasien corona dengan cara memopa udara/oksigen ke dalam paru-paru. Oksigen tersebut disalurkan melalui sebuah pipa yang dimasukkan ke dalam saluran udara, yang berada di tenggorokan sampai ke paru-paru. Diletakkan di samping tempat tidur pasien, ventilator juga bisa membersihkan karbon dioksida dari paru-paru. Ini terjadi saat pasien tidak lagi mampu menarik dan mengembuskan udara sendiri.

Selain yang didapat dari China, Tesla berencana memproduksi sendiri ventilator di pabrik-pabriknya. Ventilator tersebut akan dibuat dari onderdil yang sedianya digunakan untuk merakit mobil listrik.



Simak Video "Pria Ceko Berhenti dari Pekerjaan Demi Produksi Ventilator Terjangkau"
[Gambas:Video 20detik]
(din/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com