Senin, 23 Mar 2020 22:59 WIB

Ban Menyumbang Polusi 1.000 Kali Lebih Berbahaya Dibanding Bahan Bakar

Rizki Pratama - detikOto
Aksi para drifter Pertamax Motorsport Drift Team saat memacu kendaraannya di ajang Pertamax Motorsport Drifting Championship 2016 di area parkir sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat. Polusi dari gesekan ban ke aspal lebih berbahaya daripada gas buang bensin Foto: Pool
Jakarta -

Bicara polusi dari mobil, yang pertama kali terlintas di kepala pastinya emisi gas buang dari bahan bakar. Padahal ketika mobil melaju ada emisi lain yang bahayanya jauh lebih besar.

Sumber polusi lain dari mobil berasal dari penggunaan ban. Hal ini dinyatakan melalui sebuah penelitian terbaru dari Emission Analtyics bahwa keausan ban menghasilkan 1.000 kali polusi yang lebih buruk.

"Penelitian kami mengungkapkan bahwa ada angka yang mengejutkan dari polusi partikel ban, 1.000 kali lebih buruk daripada emisi dari knalpot mobil," ujar Peneliti Senior di Emissions Analytics, Richard.

Masalah partikel berbahaya dari ban adalah masalah lingkungan yang terus berkembang. Dengan semakin banyak kendaraan yang lebih besar dan lebih berat seperti SUV yang melaju di jalan, masalahnya semakin buruk. Bahkan masalah ini tak dapat dihindari mobil ramah lingkungan bertenaga listri sekalipun selama masih menggunakan ban karet.

Sampai saat ini sayangnya belum ada regulasi yang mengatur polusi dari gesekan ban ke aspal. Sejumlah negara baru mengimplementasikan besaran polusi dengan standar masing-masing dalam satu gram per kilometer.

"Sudah waktunya untuk mempertimbangkan tidak hanya apa yang keluar dari knalpot mobil tetapi polusi partikel dari keausan ban dan rem," kata Lofthouse.

"Yang lebih menakutkan adalah bahwa sementara emisi gas buang telah diatur dengan ketat selama bertahun-tahun. Keausan ban tidak diatur dan dengan meningkatnya pertumbuhan penjualan SUV yang lebih berat dan mobil listrik bertenaga baterai, Non-Exhaust Emission (NEE) adalah masalah yang sangat serius," timpalnya.

Permasalahan yang baru ditemukan ini harus menjadi pertimbangan bagi industi otomotif. Salah satu upaya untuk meminimalisasi polusi dari ban ini adalah membuat ban dengan kualitas yang lebih tinggi ke depannya.

"Tantangan bagi industri dan regulator yang masih disibukkan dengan emisi gas buang. Dalam jangka pendek, pemasangan ban berkualitas lebih tinggi adalah salah satu cara untuk mengurangi NEE ini," tambah CEO Emission Analytics, Nick Molden.

Cara lain untuk mengurangi polusi dari ban adalah mengurangi bobot kendaraan. Semakin berat kendaraan maka akan semakin besar gesekan ban dengan permukaan jalan.

"Namun pada akhirnya, industri mobil mungkin harus menemukan cara untuk mengurangi berat kendaraan juga. Sudah jelas perlu ada aturan untuk masalah ini. Apakah itu mengarah pada jenis emisi rendah tertentu, ban yang lebih awet atau apapun itu, yang jelas perubahan harus dilakukan," tutup Molden.



Simak Video "Bumi Rehat Sejenak Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com