Senin, 23 Mar 2020 14:43 WIB

Hikmah di Balik Imbauan #dirumahaja, Udara Jakarta Makin Bersih

Luthfi Anshori - detikOto
Beberapa ruas jalan di Jakarta pada hari Raya Idul Fitri terpantau sepi, Jumat (17/7/2015). Hanya tampak beberapa kendaraan seperti bajaj, sepeda motor dan beberapa kendaraan roda empat yang melintas di jalanan Ibukota. Rachman Haryanto/detikcom. Ilustrasi jalanan sepi di Jakarta.Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Ada hikmah tersembunyi di balik imbauan pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi DKI Jakarta supaya masyarakat tetap berada di rumah setidaknya untuk dua minggu ini. Selain diharapkan bisa memutus rantai penyebaran virus corona, anjuran ini juga berkontribusi terhadap perbaikan kualitas udara.

Menurut lembaga pemeringkat kualitas udara AirVisual, kualitas udara Jakarta per hari ini (23/3/2020) pukul 12.51 WIB, menunjukkan udara di Jakarta makin bersih, dengan indikator moderate atau sedang.

Berdasarkan data Air Quality Index (AQI), tingkat polusi udara Jakarta berada di angka 85, dengan PM 2,5 di angka 28,3 µg/m³. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, yaitu PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Ilustrasi jalanan lengang di JakartaIlustrasi jalanan lengang di Jakarta Foto: Istimewa/TMC Polda Metro Jaya

Jika dibandingkan dengan kota-kota di negara lain, kualitas udara Jakarta menempati ranking 19. Peringkat pertama dan kedua kota paling polusi di dunia hingga pukul 12.51 WIB (23/3/2020), ditempati oleh Chiang Mai, Thailand (AQI 204) dan Dubai, Uni Emirat Arab (AQI 161).

AirVisual juga memprediksikan kualitas udara di Jakarta akan semakin bersih dalam tiga hari mendatang. Perkiraan kualitas udara Jakarta pada tanggal 27, 28, dan 29 Maret 2020, menunjukkan indikator warna hijau yang berarti sehat.

Tahun lalu Jakarta pernah menempati peringkat pertama di AirVisual sebagai kota dengan kualitas udara paling buruk di dunia. Berdasarkan data AirVisual Minggu, (18/8/2019), pukul 09.05 WIB, Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di 172 alias kategori tidak sehat.



Simak Video "Sebaran Kasus Aktif Corona RI Per 4 Oktober, Terbanyak di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com