Minggu, 22 Mar 2020 09:16 WIB

Pemasukan Ojol Menurun Saat WFH Akan Berujung Kredit Macet

Rizki Pratama - detikOto
Kolong rel kereta Juanda kini menjadi lokasi shelter ojek online. Keberadaan shelter itu guna mencegah terjadinya penumpukan ojek online di pinggir jalan. Pendapatan ojol turun saat WFH, ujung-ujunga cicilan motor tak terbayar Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Efek domino pandemi corona di Indonesia mulai dirasakan di Indonesia. Semenjak diimbau untuk mengurangi aktivitas di tempat umum atau dengan melakukan kerja dari rumah alias Work From Home (WFH), sumber pendapatan ojek online langsung turun drastis.

Dampak dari virus COVID-19 ini tentu tidak akan berhenti sampai ke urusan mitra ojek online mencari sesuap nasi untuk keluarganya saja. Ojek online yang mengandalkan sepeda motor kebanyakan mendapatkan kendaraanya dengan sistem cicilan. Kurangnya pendapatan mereka akan menyebabkan sulitnya menebus biaya cicilan kendaraan sehingga terjadi kredit macet.

"Ada banyak dampak salah satunya akan timbul kredit macet. Karena ojol pakai kredit untuk sepeda motor. Ini harus diperhatikan selain ekonomi kami," ungkap Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda), Igun Wicaksono melalui sambungan telepon kepada detikcom, Sabtu (21/3/2020).

Mewaspadai dampak ini, Igun berharap ada regulasi yang tertulis agar dapat membantu mengurangi beban para pelayan jasa transportasi ini. Ia meminta pemerintah untuk tidak menarik kendaraan ojek online yang tak sanggup membayar cicilan di masa kritis seperti ini.

"Kami juga butuh pendapatan perlu perhatian dari pemerintah juga. Di sini saya minta ada regulasi jadi tidak hanya himbauan namun harus ada regulasi. Kami minta pemerintah regulasi pada konsumen pada debitur.

Usulan tersebut dikatakan Igun telah disampaikan ke Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. Namun sampai saat ini usulan tersebut masih baru dikeluarkan pemerintah kepada perusahaan pembiayaan dalam bentuk himbauan saja.

"Kita sudah usulkan kemarin ditanggap Pak Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian) bahwa pemerintah mengimbau agar leasing tidak menarik kendaraan ojol, karena pasti akan sangat besar (kredit macet) dari ojol. Baru sekadar imbauan, kita mintanya kepres atau apa ada konkritnya dalam regulasi," cetus Igun.

Terkait kemungkinan terjadinya kredit macet ini bisa dicontoh dari perusahaan leasing di Amerika Serikat. Di sana beberapa merek kendaraan memberikan kelonggaran berupa tenggat waktu pembayaran cicilan.



Simak Video "Indosat Angkat Bicara soal Penutupan Kantor karena Terpapar Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com