Selasa, 03 Mar 2020 14:19 WIB

Marak SMS Pinjaman Uang Minta Jaminan BPKB, Awas Jangan Mudah Dirayu

Luthfi Anshori - detikOto
SMS penawaran penawaran kredit Contoh SMS penawaran pinjaman tunai.Foto: Luthfi Anshori
Jakarta -

Akhir-akhir ini marak penawaran pinjaman tunai melalui SMS dari nomor tidak dikenal. Penawaran pinjaman itu menjanjikan proses cepat dan pasti disetujui oleh si pemberi kredit. Namun yang menjadi syarat agunan adalah BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor). Apa langkah yang harus kita lakukan ketika sering mendapat SMS seperti itu?

Dijelaskan Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, jangan mudah terpengaruh oleh tawaran-tawaran pinjaman uang dengan modus seperti itu.

"(Kebetulan) saya juga sering dapat SMS dan telepon yang menawarkan pinjaman tunai seperti itu. Sepanjang saya belum memerlukan dana tambahan untuk keperluan yang sangat mendesak, maka saya belum mengambilnya. Seandainya pun saya sedang kekurangan uang dan sangat butuh dana tambahan, pinjaman tunai seperti itu akan menjadi alternatif kesekian bagi saya," kata Andy, kepada detikcom, Selasa (3/3/2020).

Lanjut Andy menjelaskan, ada 5 hal yang bisa Anda pertimbangkan saat menerima penawaran kredit dengan jaminan BPKB.

"Alasan pertama, bunganya kemungkinan sangat tinggi. Maka daripada setelah minjam saya kesusahan untuk kembalikan uangnya, mending cari sumber yang lain," terang Andy.

Hal kedua yang juga harus dipertimbangkan adalah status hukum perusahaan pemberi kredit tersebut. Harus dicek dulu apakah perusahaan tersebut statusnya legal dan terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

"Alasan ketiga, masih ada alternatif menggadaikan/ menjual barang/asset lebih dahulu. Jadi meski kehilangan barang tapi enggak kena bunga dan kewajiban mengembalikan setelahnya," lanjut Andy.

Pertimbangan keempat, jika ingin mendapat uang tunai dalam waktu cepat, masih ada alternatif lain dengan meminjam uang tunai ke sanak saudara atau teman.

"Kelima, jika memang mau ambil pinjaman tunai, pastikan kebutuhannya memang betul-betul sangat mendesak semisal untuk biaya berobat, atau merenovasi rumah yang tiba-tiba rusak dan harus segera diperbaiki. Atau untuk usaha produktif semisal berbisnis. Jangan ambil pinjaman tunai untuk kebutuhan konsumtif seperti beli hp baru, padahal yang lama masih bisa digunakan," pungkasnya.



Simak Video "Defisit BPJS Kesehatan Mencapai Triliunan, ICW Gugat BPKP"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com