Jumat, 14 Feb 2020 15:07 WIB

Bikin SIM Harus Tes Psikologi, Pengendara Dituntut Siap Mental

M Luthfi Andika - detikOto
Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta  lakukan simulasi tes psikologi untuk pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM). Simulasi itu dilakukan untuk memastikan kesiapan tes psikologi sebelum diterapkan. Ilustrasi tes psikologi SIM Foto: Arief Ikhsanudin
Jakarta -

Wacana tes psikologi untuk permohonan Surat Izin Mengemudi (SIM) menarik untuk disimak. Karena sudah pasti setiap pengendara harus lulus uji psikologi terlebih dahulu, untuk bisa lanjut mengikuti tes permohonan pembuatan SIM.

Veronica Adesla, M.Psi., Psikolog (Klinis) menjelaskan langkah pihak berwajib untuk bisa menerapkan tes psikologi untuk setiap pengendara dinilai bagus. Meski demikian, ada catatan yang harus diingat pihak berwajib.

"Ini artinya kan mengikuti keputusan dari pemerintah, bahwa harus ada pemeriksaan dulu dari psikologis. Bahwa orang itu sehat mental, dan ini prosedur atau langkah yang diupayakan pemerintah. Saat ada pengendara yang ingin berkendara, mereka harus sehat mental juga, selain tentunya harus sehat fisik," ujar Veronica.

Lalu penting tidak pengujian psikologi sebelum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM)?

"Penting atau tidak, pentingnya aturan ini saya yakin semuanya sudah dipikirkan dengan matang. Pastinya juga sudah bicara dengan psikolog-psikolog terkait dan ini lintas profesi. Saya yakin ini semuanya sudah didiskusikan," kata Veronica.

Namun Veronica menjelaskan, hasil test psikologi yang dilakukan pengendara tidak bisa digunakan untuk selama-lamanya.

"Jadi menurut saya dikuti saja, tapi dengan catatan hasil pemeriksaan itu hasilnya tidak bisa digunakan selama-lamanya. Seperti kesehatan fisik saja, itu kan pasti tidak bisa digunakan seumur hidup," ucap Veronica.

"Harus ada periode waktunya kemudian misalnya 3 bulan, 6 bulan, itu harus diperiksa kembali. Kalau memang ingin memastikan kesehatan mental pengendara. Itu aja yang jadi catatan, apakah ini bisa menggambarkan situasi psikis pengendara seterusnya? Itu tidak, kalau saat itu (saat melakukan test pengujian psikologi untuk bisa berkendara-Red) saat itu ya bisa digunakan," tambah Veronica.

Kasi SIM Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Lalu Hedwin mengatakan Jakarta sudah menerapkan uji tes psikolog. "Sudah diberlakukan (tes psikologi untuk bikin SIM di Jakarta-Red)," kata Hedwin saat dihubungi detikcom, Jumat (14/2/2020).

Menurut Hedwin, wajib tes psikologi itu berlaku untuk pemohon SIM baru. Pemohon SIM bisa melakukan tes psikologi di mana pun.

"Pokoknya mereka datang ke kantor psikologi. Terserah di (kantor psikologi) mana saja, yang penting sudah ada rekomendasi dari psikologi kepolisian, boleh di mana saja," ujar Hedwin. Dia menambahkan, di Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM juga sudah ada fasilitas tes psikologi.

Menurut Hedwin, saat mengajukan penerbitan SIM, pemohon perlu melampirkan hasil tes psikologi saat mendaftar. Namun, untuk biaya tes psikologi, Hedwin tak bisa memastikan. "Kan (itu) di luar dari kepolisian," ujar Hedwin.

Adapun tes psikologi meliputi kemampuan konsentrasi, kecermatan, pengendalian diri, kemampuan menyesuaikan diri dan stabilitas emosi. Tujuannya diadakan psikologi untuk mengetahui tingkat emosi pemohon SIM.

Persyaratan tes psikologi bagi penerbitan SIM ini merupakan amanah dari pasal 81 ayat (4) Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan sebagaimana yang dituangkan dalam pasal 36 Peraturan Kapolri No. 9 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi.

Aturan itu menyebutkan bahwa salah satu persyaratan penerbitan SIM adalah kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun rohani, untuk pemeriksaan kesehatan rohani dilakukan dengan materi tes yang akan menilai beberapa aspek antara lain kemampuan konsentrasi, kecermatan, pengendalian diri, kemampuan penyesuaian diri, stabilitas emosi dan ketahanan kerja.

Bikin SIM Harus Tes Psikologi, Pengendara Dituntut Siap Mental


Simak Video "Polri Masih Tutup Pelayanan SIM-STNK Sampai 29 Juni"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com