Senin, 03 Feb 2020 17:29 WIB

Sudah Boleh Nyetir Mobil, Perempuan Arab Saudi Mulai Doyan Naik Motor

Rosmha Widiyani - detikOto
Maral Yazarloo, Cewek Kelahiran Iran yang Jelajah Bumi Pakai Motor Foto: Dok. Instagram Maral Yazarloo/Maral Yazarloo, seorang lady bikers asal Iran
Jakarta -

Arab Saudi telah menetapkan keputusan mencabut larangan mengemudi mobil bagi perempuan sejak 2018. Mulai saat itu, bukan pemandangan aneh melihat perempuan Saudi nyetir mobil sendiri.

Permintaan surat izin mengemudi untuk perempuan Arab Saudi diketahui terus meningkat. Selain nyetir mobil, perempuan Saudi ternyata juga antusias belajar mengendarai motor.

"Hingga sekarang ada 43 pengendara motor wanita yang belajar di sekolah kami. Hampir 20 orang adalah Saudi sedangkan sisanya berasal dari Mesir, Lebanon, dan Eropa yang tinggal di sini. Mereka mulai belajar naik motor setelah pelarangan nyetir dicabut," kata pelatih motor asal Ukraina Elena Bukaryeva yang mengajar di Bikers Skill Institute, Riyadh.

Dikutip dari Arab News, mengendarai mobil dan motor sebetulnya tidak jauh beda untuk perempuan atau laki-laki. Namun motor memberi sensasi kuat, bebas, dan memancing adrenalin. Perempuan yang mengendarai mobil bahkan dianggap lebih taat aturan dan melindungi diri dengan lengkap dibanding laki-laki.

Bukaryeva adalah satu-satunya pelatih untuk pengendara motor perempuan di Arab Saudi sekarang. Sementara Bikers Skill Institute adalah tempat pertama yang menawarkan pelatihan naik motor bagi laki-laki dan perempuan. Tentunya bagi siapa saja yang berminat mengendarai kendaraan bermesin roda dua ini.

Pelatihan di Bikers Skill Institut tersedia bagi pemula dan yang sudah berpengalaman. Pengajaran fokus pada keamanan misal Basic Motorcycle Riding, Smart Riding, Top Gun, Motogymkhana, Off-Road Trainings, dan Kids Motorcycle Schools. Biaya pelatihan berkisar 750-1500 Riyal yang setara Rp 2,8-5,5 juta.

Bentuk pelatihan di Arab Saudi sesuai standar internasional dalam praktik dan teori berbagai bidang. Misal dasar-dasar keamanan, teknik mengantisipasi dan mengatur risiko, serta informasi dasar tentang motor. Bentuk pelatihan yang diberikan misal ganti persneling, berhenti tiba-tiba, mengendarai di tempat sempit, dan berputar (U-turn).

"Tantangan mengendarai motor hanya bersifat pendidikan, yang bergantung pada komitmen dan kemampuan siswa memahami instruksi pelatih. Tidak ada bullying, tindakan yang menimbulkan ketidaknyamanan, atau pengemudi mobil yang membunyikan klakson berkali-kali. Masyarakat Saudi telah membuktikan diri mampu beradaptasi dan menerima hal baru. Pengendara motor perempuan mendapat bantuan dan pendampingan, terutama dari bikers laki-laki," kata Bukaryeva.

Bikers Skill Institut memberikan pelatihan pada motor kecil sehingga siswa bisa belajar semua tipe. Durasi pendidikan bergantung pada kemampuan perempuan Arab Saudi belajar serta menguasai keahlian yang diajarkan. Bikers perempuan di Saudi hingga sekarang masih menjadi pemandangan yang jarang. Apalagi departemen lalu lintas Saudi belum mengeluarkan lisensi untuk bikers perempuan.

"Kami hanya memberikan pelatihan tidak sampai mendapat lisensi berkendara sebagai biker perempuan di Arab Saudi. Sebagian siswa kami yang benar-benar ingin mendapat lisensi sebagai bikers wanita sampai pergi ke Bahrain. Secara umum kami tidak berharap ada peningkatan jumlah, apalagi bikers perempuan hanya tiga persen dari jumlah seluruh bikers di dunia," kata Bukaryeva.



Simak Video "Arab Saudi Setop Umroh, MPR: Takutnya Sampai Musim Haji"
[Gambas:Video 20detik]
(row/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com